Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hiace Hilang Kendali Usai Pecah Ban di Harau Limapuluh Kota, 1 Penumpang Meninggal Dunia

Randi Zulfahli • Rabu, 17 Juni 2026 | 19:45 WIB
Kondisi Micro Bus Toyota Hiace usai menghantam Truk Tronton Boks di Jorong Air Putih, Kecamatan Harau, Rabu (17/6/2026). Insiden yang dipicu ban pecah itu menewaskan satu penumpang. (Satlantas Polres Limapuluh Kota)
Kondisi Micro Bus Toyota Hiace usai menghantam Truk Tronton Boks di Jorong Air Putih, Kecamatan Harau, Rabu (17/6/2026). Insiden yang dipicu ban pecah itu menewaskan satu penumpang. (Satlantas Polres Limapuluh Kota)

HARAU, PADEK.JAWAPOS.COM– Kecelakaan maut di Limapuluh Kota terjadi di ruas Jalan Jorong Air Putih, Kenagarian Lubuk Bangku, Kecamatan Harau, Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Sebuah Micro Bus Toyota Hiace BA 7061 OAU yang membawa delapan penumpang mengalami pecah ban sebelum masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan Truk Tronton Boks B 9847 KXR.

Akibat kecelakaan tersebut, satu penumpang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka ringan. Korban meninggal diketahui bernama Agustiar (28), warga Lubuk Buaya, Kota Padang.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Limapuluh Kota, Iptu Zarwiko Irzal, membenarkan peristiwa tersebut. Polisi langsung melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara setelah menerima laporan dari masyarakat.

Menurut hasil penyelidikan awal, Toyota Hiace yang dikemudikan Riki Syahputra (36), warga Parupuk Tabing, Kota Padang, melaju dari arah Payakumbuh menuju Pekanbaru. Saat tiba di lokasi kejadian, ban belakang kanan kendaraan diduga pecah ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi.

Akibatnya, pengemudi kehilangan kendali sehingga kendaraan bergeser ke sisi kanan jalan dan masuk ke jalur yang berlawanan arah. Pada saat bersamaan, Truk Tronton Boks yang dikemudikan Sasra Mulyadi (42), warga Cileungsi Kidul, Kabupaten Bogor, melaju dari arah Pekanbaru menuju Payakumbuh.

Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari. Bagian kanan belakang Toyota Hiace dihantam sisi kanan Truk Tronton hingga menyebabkan kerusakan pada kedua kendaraan.

Kronologi Kecelakaan Maut Limapuluh Kota

Benturan keras membuat seluruh penumpang Toyota Hiace harus dievakuasi ke RSUD Adnaan WD Payakumbuh. Tim medis segera memberikan penanganan kepada para korban yang mengalami luka akibat kecelakaan tersebut.

Dalam insiden itu, Agustiar mengalami luka berat pada bagian kepala dan tangan kanan. Korban mengalami luka robek serius di dahi serta patah tulang dan dinyatakan meninggal dunia.

Selain korban meninggal, dua penumpang lainnya mengalami luka ringan. Sementara sejumlah penumpang lain selamat meski mengalami syok akibat kecelakaan yang terjadi pada siang hari tersebut.

Data Satlantas Polres Limapuluh Kota mencatat, penumpang Toyota Hiace berasal dari berbagai daerah, mayoritas dari Kota Padang. Mereka terdiri dari mahasiswa, karyawan swasta, karyawan BUMN, hingga pelajar.

Polisi menduga faktor utama penyebab kecelakaan berasal dari pecahnya ban belakang kanan kendaraan yang mengakibatkan pengemudi kehilangan kendali. Dugaan tersebut masih didalami melalui proses penyelidikan lanjutan.

Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerugian material. Toyota Hiace mengalami kerusakan pada bagian kanan belakang, sedangkan Truk Tronton Boks mengalami kerusakan pada sisi kanan kendaraan.

Total kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta. Meski demikian, polisi masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan seluruh dampak yang ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut.

Iptu Zarwiko Irzal mengatakan personel Satlantas Polres Limapuluh Kota langsung turun ke lokasi untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara. Petugas juga mengumpulkan keterangan saksi, melakukan pengukuran lokasi, serta membuat sketsa ulang kecelakaan.

Sementara itu, arus lalu lintas di kawasan Harau sempat mengalami perlambatan sesaat setelah kejadian. Petugas kemudian mengatur lalu lintas dan mengevakuasi kendaraan yang terlibat agar kondisi jalan kembali normal.

Hingga Rabu malam, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan seluruh rangkaian penyebab kecelakaan maut yang merenggut satu nyawa tersebut.(*)

Editor : Hendra Efison
#kecelakaan Harau #kecelakaan maut Limapuluh Kota #Toyota Hiace pecah ban #korban kecelakaan Harau #truk tronton