PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar mengajak masyarakat memperkuat upaya pencegahan narkoba dan LGBT melalui gerakan sosial yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Seruan itu disampaikan dalam kegiatan seribu tanda tangan Deklarasi Minangkabau Anti Narkoba dan LGBT yang berlangsung saat Car Free Day di Kota Padang, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh adat, cadiak pandai, bundo kanduang, organisasi kemasyarakatan, serta unsur Forkopimda Sumbar. Deklarasi itu menjadi wadah penyampaian komitmen bersama terkait isu sosial yang dinilai menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat di Sumatera Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzi Bahar menyampaikan pandangannya mengenai peran masyarakat dalam membatasi ruang gerak LGBT di Sumbar. Ia mengajak warga yang menggelar pesta pernikahan untuk mempertimbangkan pilihan tenaga kerja yang dilibatkan dalam kegiatan hajatan.
“Kita tidak ingin LGBT terus merambat di Sumbar. Salah satu upaya yang dilakukan adalah tidak mempekerjakan bencong-bencong sebagai pekerja seni dan penata rias saat hajatan perkawinan,” ujar Fauzi Bahar.
Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT Jadi Sorotan di Padang
Kegiatan deklarasi mendapat perhatian karena mengangkat dua isu yang dinilai penting oleh peserta, yakni penyalahgunaan narkoba dan fenomena LGBT. Panitia menggelar aksi seribu tanda tangan sebagai simbol dukungan terhadap gerakan tersebut.
Selain menyampaikan ajakan kepada masyarakat, Fauzi Bahar juga menyinggung data mengenai jumlah LGBT di Sumbar. Ia menyebut terdapat sekitar 50 ribu LGBT di provinsi tersebut dan mengklaim sekitar 10 persen di antaranya terdampak HIV/AIDS.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya di hadapan peserta kegiatan. Namun, Fauzi tidak merinci sumber data yang menjadi dasar angka tersebut dalam kesempatan itu.
Fauzi Bahar Apresiasi Langkah Kepolisian
Dalam forum yang sama, Fauzi Bahar juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah institusi kepolisian dalam menangani anggotanya yang terlibat pelanggaran aturan internal terkait orientasi seksual.
Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan ketegasan lembaga dalam menegakkan aturan yang berlaku di lingkungan masing-masing. Ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang dianggap sejalan dengan upaya pencegahan yang disuarakan dalam deklarasi tersebut.
Selain itu, Fauzi turut menanggapi pertanyaan mengenai aparatur sipil negara yang terpapar HIV. Ia berpendapat bahwa pemerintah perlu mengambil tindakan tegas apabila kondisi tersebut, menurutnya, berkaitan dengan aktivitas LGBT.
Kegiatan Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat
Terlepas dari berbagai pandangan yang disampaikan, kegiatan deklarasi berlangsung dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat yang hadir pada Car Free Day di Kota Padang. Para peserta membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan yang diinisiasi sejumlah tokoh masyarakat tersebut.
Sementara itu, penyelenggara berharap deklarasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Mereka mendorong adanya keterlibatan masyarakat dalam berbagai program edukasi dan pencegahan yang berkaitan dengan persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan itu, LKAAM Sumbar bersama sejumlah organisasi masyarakat berupaya membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga generasi muda dari berbagai persoalan sosial yang dianggap berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat di Sumatera Barat.(*)
Editor : Hendra Efison