PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – Menjelang pembukaan jalur domisili SPMB Sumbar 2026, warga Kelurahan Ulak Karang Utara, Ulak Karang Selatan, dan Lolong Belanti mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat membuka jalur irisan ke SMAN 2 Padang. Warga di Kecamatan Padang Utara itu menilai kebijakan yang berlaku saat ini membatasi pilihan sekolah bagi calon peserta didik di wilayah tersebut.
Desakan itu muncul karena siswa dari tiga kelurahan tersebut hanya memiliki satu pilihan sekolah dalam jalur domisili, yakni SMAN 1 Padang. Kondisi tersebut dinilai mempersempit peluang siswa untuk memperoleh akses ke sekolah negeri terdekat lainnya.
Ketua Panitia SPMB SMA-SMK Sumbar, Mahyan, mengingatkan orang tua agar tidak hanya berfokus pada satu sekolah saat mendaftarkan anak mereka.
"Jangan menumpuk di SMA tertentu saja. Orang tua harus menyusun strategi karena jika gagal di tahap pertama, masih ada kesempatan di tahap berikutnya. Lihat peluang yang lebih besar agar anak tidak kalah bersaing," kata Mahyan, Selasa (23/6).
Mahyan menjelaskan tidak semua kelurahan memiliki jalur irisan atau alternatif sekolah lain. Karena itu, sebagian wilayah hanya terhubung dengan satu sekolah dalam sistem penerimaan yang berlaku.
Warga Nilai SMAN 2 Padang Lebih Dekat
Warga berharap Disdik Sumbar mengambil kebijakan khusus sebelum pendaftaran jalur domisili dibuka pada Juli mendatang. Mereka mengusulkan SMAN 2 Padang masuk dalam pilihan jalur irisan bagi tiga kelurahan tersebut.
Menurut warga, SMAN 2 Padang berada dalam jarak sekitar dua hingga tiga kilometer dari wilayah mereka. Kedekatan lokasi itu dinilai layak menjadi pertimbangan dalam penentuan wilayah irisan.
Mereka berpendapat pembukaan akses ke SMAN 2 Padang dapat mengurangi penumpukan pendaftar di satu sekolah sekaligus memberi kesempatan yang lebih luas bagi calon siswa.
Persoalan Serupa Terjadi Sejak Tahun Lalu
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, kondisi tiga kelurahan yang hanya memiliki satu pilihan sekolah sudah berlangsung sejak pelaksanaan penerimaan siswa tahun 2025.
Pada saat yang sama, SMAN 2 Padang yang menjadi sekolah terdekat bagi sebagian warga Padang Utara tidak masuk dalam jalur irisan wilayah tersebut. Padahal sekolah itu sempat mengalami kekurangan kuota pendaftar hingga membuka penerimaan tahap berikutnya.
Warga menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pembagian wilayah domisili dan jalur irisan agar daya tampung sekolah dapat dimanfaatkan secara lebih merata.
Warga Tunggu Respons Disdik Sumbar
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Sumbar menyatakan sistem pendaftaran online tahun ini berjalan lancar berkat dukungan infrastruktur teknologi dan penyebaran server di sejumlah lokasi.
Meski demikian, perhatian masyarakat kini tidak lagi berfokus pada aspek teknis pendaftaran. Sejumlah warga menilai persoalan utama berada pada pengaturan wilayah domisili dan keterbatasan pilihan sekolah.
Hingga kini, warga masih menunggu respons dari panitia SPMB dan Dinas Pendidikan Sumbar terkait usulan pembukaan jalur irisan ke SMAN 2 Padang. Mereka berharap pemerintah dapat mempertimbangkan aspek jarak, kapasitas sekolah, serta pemerataan akses pendidikan bagi calon peserta didik.
Persoalan serupa juga disebut terjadi di sejumlah daerah lain di Sumatera Barat. Di wilayah tersebut, calon siswa hanya memiliki satu pilihan sekolah tanpa akses jalur irisan ke sekolah negeri lain yang lokasinya lebih dekat dari tempat tinggal mereka.(*)
Editor : Hendra Efison