PADEK.JAWAPOS.COM– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang mencatat 26 kejadian gempa bumi di wilayah Pusat Gempa Regional (PGR) VI selama periode 19 hingga 25 Juni 2026. Dari jumlah tersebut, empat gempa dirasakan masyarakat dengan intensitas antara I hingga IV MMI.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang, Suaidi Ahadi, mengatakan seluruh aktivitas seismik selama sepekan dipicu oleh dua sumber utama, yakni pergerakan lempeng pada zona subduksi dan aktivitas Sesar Sumatera.
"Selama periode 19 hingga 25 Juni 2026, kami mencatat sebanyak 26 kali kejadian gempa bumi di wilayah Pusat Gempa Regional VI. Dari jumlah tersebut, terdapat empat kejadian gempa yang dirasakan masyarakat dengan intensitas berkisar antara I hingga IV MMI," ujar Suaidi, Jumat (26/6/2026).
Gempa Sumbar Terjadi di Sejumlah Wilayah
Gempa pertama yang dirasakan terjadi pada Sabtu (20/6/2026) pukul 08.40 WIB dengan magnitudo 5,1. Episenter berada sekitar 45 kilometer barat daya Kabupaten Kaur, Bengkulu, pada kedalaman 50 kilometer.
Guncangan dirasakan di Kota Padang, Pariaman, dan Kepulauan Mentawai dengan intensitas II-III MMI. Sementara Padangpanjang, Bukittinggi, Solok, Mukomuko, dan Pasaman Barat merasakan getaran I-II MMI.
Pada hari yang sama pukul 10.25 WIB, gempa bermagnitudo 4,3 kembali terjadi sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pariaman dengan kedalaman 23 kilometer. Getaran dirasakan masyarakat di Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman dengan intensitas II-III MMI.
Selanjutnya, gempa bermagnitudo 4,7 mengguncang kawasan sekitar 71 kilometer barat daya Kota Padang pada Minggu (21/6/2026) pukul 09.33 WIB. Intensitas guncangan kembali dirasakan di Padang, Pariaman, dan Kepulauan Mentawai pada skala II-III MMI.
Gempa dirasakan terakhir terjadi pada Selasa (23/6/2026) pukul 01.34 WIB. Gempa bermagnitudo 4,9 itu berpusat sekitar 31 kilometer barat daya Bengkulu Selatan dengan kedalaman 38 kilometer.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada
BMKG mencatat intensitas tertinggi selama periode tersebut terjadi di Bengkulu Selatan dengan skala III-IV MMI. Wilayah Seluma, Kabupaten Kaur, dan Pulau Enggano merasakan guncangan III MMI, sedangkan Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, dan Kepahiang berada pada intensitas II-III MMI.
Meski empat gempa dirasakan masyarakat, hingga laporan mingguan diterbitkan tidak ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat rangkaian kejadian tersebut.
Menurut BMKG, tingginya aktivitas kegempaan di wilayah PGR VI merupakan konsekuensi dari kondisi tektonik Sumatera yang dipengaruhi zona subduksi di lepas pantai barat Pulau Sumatera dan aktivitas Sesar Sumatera yang membentang dari Aceh hingga Lampung.
BMKG Padangpanjang mengimbau masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Informasi resmi mengenai aktivitas kegempaan diharapkan hanya mengacu pada kanal resmi BMKG agar masyarakat memperoleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Gempa M 6,8 Guncang Kepulauan Sangihe
Sementara itu, pada Jumat (26/6/2026) pukul 18.34.39 WIB, BMKG juga melaporkan gempa bermagnitudo 6,8 yang berpusat di laut sekitar 196 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Gempa berada pada kedalaman 10 kilometer dengan koordinat 5,33 Lintang Utara dan 125,08 Bujur Timur. Guncangan dirasakan di Kabupaten Kepulauan Talaud pada skala III MMI serta di Kabupaten Gorontalo, Toli-Toli, Buol, dan Tondano pada intensitas II hingga III MMI. Hingga informasi awal dirilis BMKG, belum terdapat laporan mengenai dampak kerusakan akibat gempa tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison