PADEK.JAWAPOS.COM – Festival Minangkabau 2026 di Kabupaten Tanahdatar sukses mencatatkan capaian positif dengan menghadirkan sekitar 5.000 wisatawan ke kawasan Istano Basa Pagaruyung selama empat hari pelaksanaan. Selain menjadi ajang pelestarian budaya Minangkabau, festival yang melibatkan sekitar 100 pelaku UMKM itu juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Festival yang menjadi puncak Program Unggulan (Progul) Satu Nagari Satu Event tersebut berlangsung pada 25–28 Juni 2026. Penutupan kegiatan berlangsung meriah dengan pertunjukan tari tradisional, drama, penampilan artis Minang, serta bazar kuliner yang dipadati pengunjung.
Keberhasilan penyelenggaraan festival kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional setelah Festival Minangkabau masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI untuk keenam kalinya. Pencapaian itu memperkuat posisi festival sebagai salah satu agenda budaya unggulan di Sumatera Barat.
Festival Minangkabau 2026 Beri Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Berdasarkan laporan panitia, kunjungan ke Istano Basa Pagaruyung selama festival mencapai sekitar 5.000 orang. Sementara itu, kawasan bazar yang diikuti sekitar 100 pelaku UMKM di Lapangan Cindua Mato mencatat sekitar 4.000 kunjungan.
Pemerintah Kabupaten Tanahdatar menilai tingginya jumlah pengunjung menunjukkan Festival Minangkabau semakin diminati masyarakat. Selain menjadi ruang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga membuka peluang usaha bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
Pemerintah daerah pun berkomitmen mempertahankan keberlanjutan agenda tahunan tersebut. Pada penyelenggaraan 2027, target yang dipasang lebih besar agar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin luas.
Festival ini dinilai mampu menciptakan multiplier effect dengan mendorong tumbuhnya sanggar seni baru, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, sekaligus menghidupkan kembali seni pertunjukan, kuliner tradisional, dan budaya Minangkabau yang mulai jarang ditampilkan.
Pariwisata Jadi Pilar Penggerak Ekonomi Tanahdatar
Kepala Dinas Pariwisata Tanahdatar, Inhendri Abbas, mengatakan seluruh rangkaian Festival Minangkabau 2026 berlangsung aman dan kondusif tanpa kendala berarti. Menurutnya, sektor pariwisata terbukti menjadi salah satu penggerak utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, festival dikemas dengan beragam atraksi budaya yang mampu menarik minat wisatawan dari berbagai kalangan. Kegiatan yang digelar meliputi pawai budaya Minangkabau, tradisi makan bajamba, pertunjukan seni budaya, fashion show, pameran desa wisata, bazar UMKM, Kongres dan Seminar Bundo Kanduang se-Dunia, hingga malam hiburan rakyat.
Selain memperkuat identitas budaya daerah, penyelenggaraan Festival Minangkabau juga memperluas promosi destinasi wisata Tanahdatar di tingkat nasional. Pemerintah berharap agenda tersebut terus menjadi magnet kunjungan wisata sekaligus memperkuat posisi Tanahdatar sebagai salah satu pusat kebudayaan Minangkabau di Sumatera Barat.(*)
Editor : Hendra Efison