Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BMKG Peringatkan Gelombang hingga 2,5 Meter di Perairan Sumbar, Nelayan Diminta Waspada

Randi Zulfahli • Minggu, 5 Juli 2026 | 15:30 WIB
Nelayan menepikan perahunya di aliran Sungai Batang Kuranji, Airtawar Timur, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Minggu (5/7/2026). BMKG Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Sumatera Barat pada 5–7 Juli 2026.
Nelayan menepikan perahunya di aliran Sungai Batang Kuranji, Airtawar Timur, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Minggu (5/7/2026). BMKG Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Sumatera Barat pada 5–7 Juli 2026.

PADEK.JAWAPOS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang sedang di sejumlah perairan Sumatera Barat. Gelombang diperkirakan mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter dan berpotensi terjadi pada 5 Juli 2026 pukul 19.00 WIB hingga 7 Juli 2026 pukul 19.00 WIB.

Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengatakan kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama oleh nelayan dan operator kapal tongkang yang beraktivitas di wilayah perairan Sumatera Barat.

"Kami memantau adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di kisaran 1,25 sampai 2,5 meter yang tergolong kategori sedang. Kondisi ini kami perkirakan berlangsung selama tiga hari ke depan, sehingga masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan operator kapal tongkang, kami imbau untuk lebih waspada," kata Sahat, Minggu (5/7/2026).

Berdasarkan prakiraan BMKG Maritim Teluk Bayur, terdapat sembilan wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian tersebut.

Wilayah itu meliputi Perairan Agam–Pasaman Barat, Perairan Padang–Padangpariaman, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Sipora, Perairan Timur Siberut, Perairan Timur Pagai, Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, serta Perairan Barat Pagai.

Sahat menegaskan kawasan tersebut merupakan jalur aktivitas nelayan dan pelayaran sehingga memerlukan perhatian lebih selama masa peringatan dini masih berlaku.

Perahu Nelayan dan Kapal Tongkang Berisiko

BMKG Maritim Teluk Bayur menilai kondisi gelombang tersebut berpotensi menimbulkan risiko bagi kapal berukuran kecil hingga menengah, terutama perahu nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di wilayah terdampak.

Karena itu, nelayan diminta mempertimbangkan kembali jadwal melaut apabila kondisi di lapangan dinilai tidak aman. Pemeriksaan terhadap perlengkapan keselamatan sebelum berlayar juga menjadi hal yang harus diprioritaskan.

"Perahu nelayan dan kapal tongkang termasuk jenis kapal yang rentan terhadap gelombang setinggi ini. Kami mengimbau agar para nelayan mempertimbangkan kembali rencana melaut, serta memastikan seluruh peralatan keselamatan berada dalam kondisi baik sebelum berlayar," ujar Sahat.

Selain tinggi gelombang, BMKG juga mencatat angin bertiup dari arah Barat Laut menuju Timur Laut dengan kecepatan 3 hingga 20 knot. Kondisi tersebut turut memengaruhi pembentukan gelombang di perairan Sumatera Barat.

Pada periode yang sama, cuaca di wilayah perairan diprakirakan didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

Kombinasi angin, gelombang, dan hujan berpotensi mengurangi jarak pandang saat pelayaran berlangsung.

BMKG Minta Masyarakat Rutin Pantau Informasi Cuaca

Sahat mengatakan masyarakat yang beraktivitas di sektor kelautan dan perikanan perlu terus memperbarui informasi cuaca maritim sebelum berangkat ke laut. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat perubahan kondisi cuaca.

"Selain gelombang, angin yang berhembus dari Barat Laut ke Timur Laut dengan kecepatan 3 hingga 20 knot turut menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Ditambah lagi, cuaca secara umum diperkirakan berawan disertai potensi hujan sedang hingga lebat, sehingga jarak pandang di laut bisa saja terganggu," katanya.

BMKG Maritim Teluk Bayur juga mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator kapal agar selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut.

"Kami mengajak masyarakat pesisir, nelayan, dan operator kapal untuk terus memperbarui informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami dalam menyampaikan setiap peringatan dini," tutur Sahat.

Informasi cuaca maritim terbaru dapat diakses melalui laman resmi BMKG Maritim. Peringatan dini tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko hidrometeorologi di wilayah perairan Sumatera Barat agar aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan dapat berlangsung dengan lebih aman.(*)

Editor : Hendra Efison
#Perairan Sumatera Barat #gelombang tinggi #gelombang tinggi Sumbar #cuaca maritim Sumbar #BMKG Maritim Teluk Bayur