Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BMKG Keluarkan Peringatan Banjir Rob di Pesisir Sumbar dan Mentawai, Waspada 13–16 Juli 2026

Randi Zulfahli • Senin, 13 Juli 2026 | 18:20 WIB
Ilustrasi banjir rob di kawasan pesisir. BMKG Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai pada 13–16 Juli 2026 akibat fenomena Bulan Baru.
Ilustrasi banjir rob di kawasan pesisir. BMKG Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai pada 13–16 Juli 2026 akibat fenomena Bulan Baru.

PADEK.JAWAPOS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai. Fenomena tersebut diperkirakan terjadi pada 13 hingga 16 Juli 2026 akibat pasang air laut yang dipengaruhi fase Bulan Baru (New Moon).

Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengatakan fenomena Bulan Baru yang jatuh pada 14 Juli 2026 merupakan peristiwa astronomi yang dapat meningkatkan ketinggian muka air laut di pesisir barat Sumatera.

"Pada tanggal 14 Juli 2026, terjadi peristiwa astronomi biasa yaitu Bulan Baru atau New Moon, yang berpotensi menimbulkan pasang air laut," ujar Sahat Mauli Pasaribu, Senin (13/7/2026).

BMKG menjelaskan, selain dipengaruhi pasang maksimum, kondisi cuaca selama periode tersebut juga berpotensi didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai angin di wilayah perairan Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai.

Kombinasi kedua faktor tersebut meningkatkan peluang terjadinya banjir rob di sejumlah kawasan pesisir, meski dampaknya diperkirakan masih berada dalam kategori ringan.

Sejumlah Wilayah Pesisir Berpotensi Terdampak

BMKG Maritim Teluk Bayur memprakirakan tinggi pasang air laut maksimum berkisar antara 1,3 hingga 1,5 meter. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi pada rentang waktu pukul 06.00 hingga 08.00 WIB selama periode siaga.

Sementara itu, tinggi gelombang di perairan Sumatera Barat dan Mentawai diprediksi berada pada kisaran 0,50 hingga 1,50 meter dengan kecepatan angin sekitar 2 hingga 12 knot.

Wilayah yang berpotensi mengalami banjir rob meliputi Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kota Padang, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, serta wilayah Kepulauan Mentawai.

BMKG menegaskan bahwa potensi banjir rob tersebut diperkirakan hanya menimbulkan dampak ringan. Namun demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang beraktivitas atau bermukim di kawasan pesisir.

BMKG Minta Warga Tetap Waspada

BMKG Maritim Teluk Bayur mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca dan pasang surut air laut selama periode 13–16 Juli 2026.

Warga yang tinggal di kawasan pantai diharapkan tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi genangan yang dapat terjadi akibat pasang maksimum, terutama pada pagi hari saat permukaan air laut mencapai puncaknya.

BMKG juga mengingatkan nelayan, pelaku usaha pesisir, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai untuk menyesuaikan kegiatan dengan kondisi cuaca dan pasang surut demi mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan.(*)

Editor : Hendra Efison
banjir rob Mentawai pasang air laut Juli 2026 BMKG Teluk Bayur Cuaca Sumatera Barat banjir rob Sumbar