Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

KAI Divre II Sumbar Perkuat Budaya Keselamatan Perlintasan Kereta, Edukasi Warga hingga Salurkan Bantuan TJSL

Hendra Efison • Kamis, 16 Juli 2026 | 12:50 WIB
KAI Divre II Sumbar terus mengintensifkan edukasi keselamatan di perlintasan sebidang serta menyalurkan bantuan TJSL kepada masyarakat di sekitar jalur operasional kereta api. (Dok. KAI Divre II Sumbar)
KAI Divre II Sumbar terus mengintensifkan edukasi keselamatan di perlintasan sebidang serta menyalurkan bantuan TJSL kepada masyarakat di sekitar jalur operasional kereta api. (Dok. KAI Divre II Sumbar)

PADEK.JAWAPOS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat budaya keselamatan di perlintasan sebidang melalui edukasi kepada masyarakat, penanganan titik rawan, serta penyaluran bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi pengguna jalan di sepanjang jalur rel.

Kepala Humas PT KAI (Persero) Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara operator, pemerintah, dan masyarakat.

"Keselamatan di perlintasan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI sebagai operator, tetapi juga pemerintah sebagai regulator dan penyelenggara jalan, serta masyarakat sebagai pengguna jalan. Masing-masing memiliki peran penting untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman. Kepatuhan terhadap aturan dan meningkatnya kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam menekan potensi kecelakaan di perlintasan," ujar Reza.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, KAI Divre II Sumbar secara rutin menggelar sosialisasi keselamatan di sekolah-sekolah yang berada di sekitar jalur rel.

Para pelajar diberikan pemahaman mengenai bahaya beraktivitas di sekitar lintasan kereta api, pentingnya mematuhi rambu dan sinyal perkeretaapian, serta tata cara melintasi perlintasan sebidang secara aman.

Selain menyasar generasi muda, perusahaan juga terus melakukan berbagai langkah mitigasi di lapangan.

Upaya tersebut meliputi penutupan perlintasan sebidang yang tidak memenuhi ketentuan, sosialisasi di perlintasan resmi yang dijaga maupun tidak dijaga, hingga pemasangan banner keselamatan pada titik-titik yang dinilai memiliki potensi risiko kecelakaan.

Edukasi dan Mitigasi Jadi Strategi Bangun Budaya Selamat

Reza menilai pendekatan yang menggabungkan edukasi dengan penanganan titik rawan menjadi strategi efektif untuk membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan.

"Keselamatan pelanggan maupun masyarakat akan semakin kuat apabila edukasi dilakukan secara terus-menerus dan diikuti dengan penanganan titik-titik rawan. Kami ingin membangun budaya selamat, bukan hanya meningkatkan kewaspadaan sesaat. Ketika masyarakat memahami risikonya dan fasilitas keselamatan terus diperkuat, maka potensi kecelakaan dapat diminimalkan," katanya.

Menurutnya, budaya keselamatan tidak dapat dibangun hanya melalui infrastruktur, tetapi juga memerlukan peningkatan kesadaran masyarakat agar disiplin mematuhi aturan saat melintasi jalur kereta api.

Karena itu, KAI Divre II Sumbar terus mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekitar jalur rel. Sinergi yang kuat diyakini menjadi kunci terciptanya perjalanan kereta api yang aman dan andal.

Salurkan Bantuan TJSL Senilai Rp72,85 Juta

Selain memperkuat edukasi keselamatan, KAI Divre II Sumbar juga menyalurkan bantuan TJSL senilai Rp72.850.000 kepada sejumlah kelompok masyarakat di sekitar jalur operasional.

Bantuan tersebut diberikan kepada Gereja Katholik Kristus Bangkit Pasar Usang berupa pengeras suara (speaker indoor), Jorong Semua Talao Mundam Batang Anai, Kantor Lurah Jalan Kereta Api Kota Pariaman, Nagari Kapalo Hilalang, dan Pos Pemuda Pampangan RW 01 berupa mesin potong rumput serta alat semprot pertanian.

Desa Cimparuh Kota Pariaman menerima mesin potong rumput dan tong sampah, SSB Sungai Abang Lubuk Alung memperoleh sarana olahraga sepak bola, sedangkan Masjid Hidayah Sungai Buluh Batang Anai menerima bantuan sarana ibadah.

Reza menjelaskan, program TJSL tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan baik dengan warga yang tinggal di sekitar jalur kereta api.

"Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat kolaborasi dalam menjaga keselamatan di sekitar jalur kereta api. KAI berkomitmen untuk terus hadir melalui program-program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya.

Ketua Kelompok Masyarakat Pemuda Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Boy, mengapresiasi perhatian KAI Divre II Sumbar terhadap masyarakat sekitar jalur rel.

Ia menilai bantuan tersebut bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran warga untuk lebih disiplin saat melintasi perlintasan kereta api.

Menurutnya, masyarakat siap mendukung upaya KAI dalam membangun budaya keselamatan karena keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.(*)

Editor : Hendra Efison
KAI Divre II Sumbar Sosialisasi Keselamatan keselamatan perlintasan kereta api TJSL KAI perlintasan sebidang