Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

3.300 Mangrove Disiapkan Perkuat Mitigasi Abrasi di Pesisir Sumbar, Lindungi Pantai dari Ancaman Bencana

Hendra Efison • Kamis, 16 Juli 2026 | 14:15 WIB
Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, melakukan penanaman pohon kelapa di kawasan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat pelestarian lingkungan dan mendukung keberlanjutan.
Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, melakukan penanaman pohon kelapa di kawasan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat pelestarian lingkungan dan mendukung keberlanjutan.

PADEK.JAWAPOS.COM – Sebanyak 3.300 bibit mangrove akan ditanam di sejumlah kawasan pesisir Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi abrasi, mengurangi dampak gelombang laut, dan meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap bencana hidrometeorologi. Program tersebut menjadi hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan PT Semen Padang dalam mendukung pelestarian lingkungan.

Bibit mangrove diserahkan Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam kegiatan Peninjauan Inovasi HSSEC Green Campus dan Penanaman Pohon sebagai Wujud Tobat Ekologis serta Dukungan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Poltekpel Sumbar, Padangpariaman, Selasa (14/7/2026). 

Penyerahan tersebut turut disaksikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Muhammad Jumhur Hidayat.

Penanaman mangrove menjadi salah satu langkah memperkuat perlindungan kawasan pesisir Sumatera Barat yang rentan terhadap abrasi dan dampak perubahan iklim.

Selain menjaga garis pantai, keberadaan hutan mangrove juga berfungsi mempertahankan keseimbangan ekosistem laut dan pesisir.

Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, mengatakan mangrove memiliki manfaat penting bagi keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana di kawasan pantai.

Mangrove Berfungsi Lindungi Pesisir dan Ekosistem Laut

Menurut Andria, hutan mangrove mampu meredam energi gelombang laut sehingga mengurangi risiko abrasi dan kerusakan pantai.

Vegetasi tersebut juga berperan menjaga kelestarian hutan pesisir sekaligus menjadi habitat bagi berbagai biota laut.

"Bibit mangrove ini tidak hanya melindungi pantai dari abrasi dan hempasan ombak, tetapi juga menjaga kelestarian hutan pesisir, memperkuat ekosistem laut, dan selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan hutan berkelanjutan serta perlindungan keanekaragaman hayati," ujarnya.

Ia menambahkan, penanaman mangrove di kawasan wisata Sungai Pinang diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Selain memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir, keberadaan mangrove juga berpotensi meningkatkan daya tarik wisata berbasis lingkungan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, upaya rehabilitasi pesisir akan memberikan hasil yang optimal apabila dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Kolaborasi Jadi Kunci Rehabilitasi Kawasan Pesisir

Program penanaman 3.300 bibit mangrove menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Sumatera Barat.

Melalui kolaborasi tersebut, rehabilitasi kawasan pesisir tidak hanya diarahkan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon kelapa di kawasan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat yang dilakukan Menteri LH Muhammad Jumhur Hidayat, Gubernur Mahyeldi, dan Direktur Operasi PTSP Andria Delfa sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat pelestarian lingkungan.(*)

Editor : Hendra Efison
mangrove Sumbar ekosistem pesisir pt semen padang Mitigasi Bencana Hidrometeorologi abrasi pantai