Tanggul Sungai Batang Tumayo Jebol, Warga Terjebak Banjir di Agam Minta Dievakuasi Basarnas

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:47 WIB
Tim SAR berdoa sebelum bergerak menuju lokasi banjir untuk mengevakuasi warga yang terjebak setelah tanggul Sungai Batang Tumayo jebol di Jorong Kabu, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sabtu (18/7/2026).
Tim SAR berdoa sebelum bergerak menuju lokasi banjir untuk mengevakuasi warga yang terjebak setelah tanggul Sungai Batang Tumayo jebol di Jorong Kabu, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sabtu (18/7/2026).

AGAM, PADEK.JAWAPOS.COM–Tanggul Sungai Batang Tumayo di Jorong Kabu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, jebol setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut, Sabtu (18/7/2026) malam. Luapan sungai merendam permukiman warga hingga menyebabkan sejumlah orang terjebak di dalam rumah dan meminta bantuan evakuasi.

Banjir dipicu meningkatnya debit air dari arah hulu Maninjau yang tidak mampu lagi ditahan tanggul sungai. Air kemudian meluap dengan cepat ke kawasan permukiman dan menggenangi rumah-rumah warga.

Berdasarkan laporan awal dari Wali Jorong Kabu, Gindo, tanggul jebol sekitar pukul 19.22 WIB akibat tekanan air yang terus meningkat. Kondisi tersebut membuat warga tidak sempat menyelamatkan diri sebelum genangan semakin tinggi.

Sejumlah warga yang terjebak langsung menghubungi petugas untuk meminta pertolongan. Hingga Sabtu malam, debit air di lokasi dilaporkan masih terus meningkat sehingga memperbesar risiko bagi masyarakat yang berada di kawasan terdampak.

Basarnas Kerahkan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Agam

Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Kelas A Padang langsung mengirimkan tim penyelamat dari Unit Siaga SAR Agam menuju lokasi banjir. Langkah cepat dilakukan untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa sekaligus mempercepat proses evakuasi warga.

"Rescuer dari Unit Siaga SAR Agam telah diberangkatkan pada pukul 19.39 WIB menuju Last Known Position (LKP) setelah menerima laporan adanya warga terjebak banjir yang meminta evakuasi," kata Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, Sabtu (18/7/2026).

Lokasi kejadian berada pada koordinat perkiraan 0°20'23.4"S -100°13'46.9"T. Jarak menuju titik banjir sekitar 39 kilometer melalui jalur darat dari Unit Siaga SAR Agam, dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu jam sembilan menit.

Sebanyak tujuh personel rescue diterjunkan dalam operasi tersebut. Tim membawa satu unit Rescue Truck, peralatan keselamatan air, motor trail, perlengkapan mountaineering, peralatan evakuasi SAR, peralatan medis, serta perangkat komunikasi untuk mendukung operasi di lapangan.

Pendataan Korban Masih Berlangsung

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan banjir masih berlangsung. Tim SAR terus berupaya menjangkau warga yang dilaporkan terjebak di tengah kondisi cuaca yang belum membaik.

Intensitas hujan masih terjadi di lokasi bencana disertai angin dengan kecepatan sekitar lima knot. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi tim penyelamat saat melakukan evakuasi.

Basarnas menyatakan pendataan jumlah warga terdampak maupun korban yang berhasil dievakuasi masih terus dilakukan. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah tim memperoleh data terbaru dari lokasi kejadian.(cc1)

Editor : Hendra Efison
Sungai Batang Tumayo Jorong Kabu Cuaca Ekstrem Sumbar banjir Agam Basarnas Padang