Jembatan Bailey Sitangkai Sudah Bisa Dilalui, Distribusi Hasil Pertanian Kembali Lancar

Hendra Efison • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 11:24 WIB
Jembatan Bailey Sitangkai kini dapat dilalui kendaraan, memulihkan akses distribusi hasil pertanian dan mempercepat mobilitas masyarakat pascabanjir di Tanahdatar. (BMCKTR Sumbar)
Jembatan Bailey Sitangkai kini dapat dilalui kendaraan, memulihkan akses distribusi hasil pertanian dan mempercepat mobilitas masyarakat pascabanjir di Tanahdatar. (BMCKTR Sumbar)

TANAHDATAR, PADEK.JAWAPOS.COM – Jembatan Bailey Sitangkai di Jorong Taruko, Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanahdatar, kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat hingga roda enam. Beroperasinya jembatan darurat tersebut mengembalikan kelancaran distribusi hasil pertanian sekaligus memulihkan akses transportasi masyarakat yang sempat terputus akibat banjir.

Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, mengatakan jembatan Bailey telah beberapa hari terakhir dapat digunakan seluruh kendaraan sesuai kapasitas yang diizinkan.

Meski demikian, ia mengingatkan pengguna jalan agar tidak membawa muatan melebihi kemampuan jembatan karena masih bersifat sementara.

"Jangan terlalu berat atau melebihi kapasitas jembatan. Nanti bisa rubuh dan arus lalu lintas terganggu kembali," ujarnya.

Jembatan Bailey dengan bentang 42 meter dan lebar 4,2 meter itu dibangun sebagai pengganti sementara jembatan yang roboh diterjang banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi pada Mei 2026.

Keberadaan jembatan tersebut menjadi akses penting yang menghubungkan Sijunjung dengan Tanahdatar hingga Limapuluh Kota. Jalur ini juga menjadi lintasan utama distribusi barang dan hasil pertanian masyarakat yang menopang aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Sebelum jembatan darurat selesai dibangun, arus lalu lintas harus dialihkan melalui jalur yang lebih jauh. Kondisi itu membuat waktu tempuh distribusi hasil pertanian bertambah dan berdampak pada kualitas komoditas yang mudah rusak.

Banyak petani mengeluhkan keterlambatan pengiriman sayur-mayur ke pasar karena harus menempuh perjalanan lebih panjang. Akibatnya, sebagian hasil panen mengalami penurunan kualitas sebelum sampai ke tujuan.

Pengerjaan Jembatan Bailey Sitangkai diawasi langsung oleh Kepala UPTD Workshop dan Peralatan Dinas BMCKTR Sumbar, Mitra Hengky, bersama Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Rahma Dewi S.

Edy, seorang sopir truk yang rutin mengangkut hasil pertanian, mengaku keberadaan jembatan tersebut memberikan dampak besar terhadap kelancaran distribusi.

Menurutnya, sayur-mayur kini dapat lebih cepat tiba di pasar, bahkan hingga Kota Padang.

"Kalau dulu tomat dan alpukat rusak karena terlalu lama sampai di pasar. Sekarang lebih cepat," katanya.

Selain memperlancar distribusi hasil pertanian, masyarakat yang hendak menuju lahan pertanian juga tidak lagi harus memutar melewati jalur alternatif sehingga waktu perjalanan menjadi lebih singkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Deliantoni mengingatkan kendaraan barang bertonase besar agar sementara waktu tidak melintasi jembatan Bailey karena konstruksinya masih bersifat darurat.

Ia juga meminta kendaraan barang bertonase kecil tetap mematuhi batas muatan yang diizinkan agar jembatan tidak mengalami kerusakan.

"Kami mengajak seluruh pengguna jalan mematuhi aturan dan bersama-sama menjaga jalan serta jembatan agar dapat digunakan lebih lama sehingga transportasi tetap berjalan lancar," katanya.(*)

Editor : Hendra Efison
Jembatan Bailey Sitangkai distribusi hasil pertanian tanah datar Banjir Sumbar Dinas BMCKTR Sumbar