UNESCO Akan Serahkan Sertifikat Tsunami Ready untuk Mentawai dan Pesisir Selatan

Hendra Efison • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:15 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi menerima audiensi Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang Suaidi Ahadi di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (24/7/2026).
Gubernur Sumbar Mahyeldi menerima audiensi Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang Suaidi Ahadi di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (24/7/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM – Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Pesisir Selatan dijadwalkan menerima sertifikat Tsunami Ready Community dari UNESCO pada 30 September 2026. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari agenda strategis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di Sumatera Barat.

Informasi itu disampaikan Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang, Suaidi Ahadi, saat beraudiensi dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (24/7/2026). 

Dalam kesempatan itu, Suaidi juga berpamitan setelah mendapat penugasan baru sebagai Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung.

Menurut Suaidi, penyerahan sertifikat UNESCO menjadi salah satu agenda penting BMKG di Sumatera Barat pada akhir September 2026 mendatang. 

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen berbagai pihak dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman tsunami.

Suaidi mengungkapkan, Sumatera Barat saat ini menjadi provinsi dengan jumlah pengakuan Tsunami Ready Community terbanyak di Indonesia.

Pengakuan tersebut telah diberikan kepada sejumlah wilayah yang dinilai memenuhi indikator kesiapsiagaan menghadapi potensi tsunami.

Wilayah yang telah memperoleh pengakuan itu meliputi Kelurahan Purus di Kota Padang, Nagari Tapakis di Kabupaten Padangpariaman, Kampai Parak di Kabupaten Pesisir Selatan, serta dua kawasan di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kepala BMKG RI Dijadwalkan Hadir di Padang

Suaidi menjelaskan, penyerahan sertifikat kepada Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Pesisir Selatan dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026.

Acara tersebut akan dihadiri Kepala BMKG RI, yang juga dijadwalkan menjadi pembicara utama dalam Indonesia Conference on Disaster Management (ICDM) di Padang.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BMKG RI bersama Gubernur Sumatera Barat akan menyerahkan sertifikat Tsunami Ready Community dari UNESCO kepada kedua daerah tersebut.

Menurut Suaidi, pengakuan internasional itu mencerminkan komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat dalam membangun budaya kesiapsiagaan terhadap ancaman tsunami.

"Pengakuan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera Barat dalam membangun budaya kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami," ujar Suaidi.

Gubernur Apresiasi Dukungan BMKG

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi BMKG selama mendukung penguatan sistem mitigasi bencana di Sumatera Barat.

Ia berharap seluruh program yang telah dirancang bersama tetap berjalan meski terjadi pergantian kepemimpinan di BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang.

Mahyeldi juga meminta apresiasi kepada jajaran BMKG RI atas dukungan yang selama ini diberikan dalam memperkuat sistem peringatan dini, mitigasi bencana, dan kesiapsiagaan masyarakat di Sumatera Barat.

Sementara itu, Suaidi memastikan komitmennya untuk tetap mendukung berbagai program mitigasi bencana yang telah dirintis bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, meski akan melanjutkan tugas sebagai Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung.(*)

Editor : Hendra Efison
UNESCO Tsunami Ready kepulauan mentawai BMKG Sumatera Barat Mitigasi Bencana Sumbar pesisir selatan