PADEK.JAWAPOS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Sumatra Barat pada Minggu (26/7/2026) secara umum didominasi awan sejak pagi hingga malam hari. Meski demikian, terdapat potensi hujan di sejumlah wilayah pada siang hingga sore hari berdasarkan hasil analisis pemodelan cuaca.
BMKG menyebutkan, pada pagi hari cuaca di sebagian besar wilayah Sumatra Barat diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Sementara itu, kondisi berawan diperkirakan masih mendominasi hingga malam di berbagai daerah.
Secara umum, suhu udara di Sumatra Barat diprakirakan berkisar 17 hingga 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara antara 70 hingga 99 persen.
Sementara itu, angin bertiup dari arah selatan hingga barat laut dengan kecepatan sekitar 4 hingga 24 kilometer per jam.
Prakiraan Cuaca Tujuh Kota di Sumbar
Berdasarkan data BMKG, seluruh tujuh kota utama di Sumatra Barat diperkirakan mengalami cuaca berawan dengan variasi suhu dan kelembapan yang berbeda.
Di Kota Padang, cuaca diprakirakan berawan dengan suhu udara 21–26 derajat Celsius dan kelembapan 76–93 persen.
Kota Solok diperkirakan berawan dengan suhu 20–26 derajat Celsius serta kelembapan udara 69–98 persen.
Sementara itu, Kota Sawahlunto diprediksi berawan dengan suhu 22–28 derajat Celsius dan tingkat kelembapan 71–99 persen.
Di Kota Padang Panjang, cuaca diprakirakan berawan dengan suhu 19–24 derajat Celsius dan kelembapan udara mencapai 80–99 persen.
Adapun Kota Bukittinggi diperkirakan berawan dengan suhu 17–24 derajat Celsius serta kelembapan 74–99 persen.
Untuk Kota Payakumbuh, BMKG memprakirakan cuaca berawan dengan suhu udara 20–26 derajat Celsius dan kelembapan 70–98 persen.
Sedangkan di Kota Pariaman, kondisi cuaca diprediksi berawan dengan suhu 25–29 derajat Celsius dan kelembapan udara 73–91 persen.
BMKG Ingatkan Prakiraan Bersifat Dinamis
BMKG menegaskan bahwa prakiraan cuaca tersebut merupakan hasil analisis menggunakan teknologi Numerical Weather Prediction (NWP) atau pemodelan prediksi cuaca berbasis komputer.
Karena menggunakan metode prediksi, kondisi cuaca di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada berbagai faktor atmosfer yang berkembang.
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti pembaruan informasi cuaca dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.(*)
Editor : Hendra Efison