Pameran Prahara Pulau Emas di Tanahdatar Ajak Masyarakat Belajar dari Tragedi Bencana

Safrizal Putra • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 16:54 WIB

 

Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly membuka Pameran Foto Jurnalistik Prahara Pulau Emas di Istano Basa Pagaruyung, Batusangkar, Senin (27/7/2026).
Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly membuka Pameran Foto Jurnalistik Prahara Pulau Emas di Istano Basa Pagaruyung, Batusangkar, Senin (27/7/2026).

BATUSANGKAR, PADEK.JAWAPOS.COM – Pameran foto jurnalistik bertajuk Prahara Pulau Emas resmi digelar di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, Senin (27/7/2026). Melalui puluhan foto yang merekam bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada penghujung 2025, pameran ini mengajak masyarakat belajar dari tragedi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Pameran tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pewarta Foto Indonesia (PFI), Yayasan Matawaktu, PT PLN (Persero), dan Pemerintah Kabupaten Tanahdatar.

Ahmad Fadly mengatakan foto-foto yang ditampilkan menghadirkan gambaran nyata mengenai dampak bencana yang dialami masyarakat.

Menurutnya, dokumentasi visual tersebut mampu membangkitkan empati sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga alam.

"Melalui foto-foto yang ditampilkan, pengunjung bisa melihat secara detail dan merasakan bagaimana dampak dari bencana yang melanda. Tentu hal ini menimbulkan empati sangat dalam buat kita," ujarnya.

Ia menilai pameran ini tidak hanya memperlihatkan besarnya dampak bencana, tetapi juga menunjukkan semangat gotong royong masyarakat saat menghadapi situasi sulit.

"Kalau kita menjaga alam, alam itu juga menjaga kita. Mudah-mudahan melalui pameran foto ini membuat kesadaran bagi kita supaya lebih aware lagi mencintai lingkungan. Dalam pameran ini juga ditampilkan semangat gotong royong, masyarakat saling bantu-membantu," katanya.

Fadly turut mengapresiasi PFI yang memilih Tanahdatar sebagai lokasi penyelenggaraan pameran. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan di Istano Basa Pagaruyung menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.

Ia juga menyatakan Pemerintah Kabupaten Tanahdatar siap berkolaborasi dengan PFI pada berbagai kegiatan berikutnya, termasuk memanfaatkan fotografi sebagai media untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah.

Sementara itu, Koordinator Wilayah PFI Region Sumatra, Hendra Syamhari, mengatakan pameran tersebut merupakan bagian dari roadshow karya fotografi jurnalistik di tiga provinsi yang terdampak bencana.

Menurut Hendra, pameran ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat dan generasi mendatang bahwa Pulau Sumatra pernah mengalami bencana besar sehingga penting menjaga lingkungan agar peristiwa serupa dapat diminimalkan.

"Kita sebagai generasi sebelumnya harus menjaga. Kita yang saat sekarang ini masih aman, bagaimana agar kita bisa menjaga ataupun merawat alam kita sehingga bisa terus dinikmati oleh anak cucu kita," ujarnya.

Hendra menjelaskan, pameran menampilkan 68 karya foto hasil dokumentasi 38 pewarta foto dari berbagai daerah di Indonesia yang turun langsung meliput bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Selain menggambarkan situasi saat bencana, foto-foto tersebut juga merekam proses penanganan hingga pemulihan di wilayah terdampak.

Ketua PFI Padang Arif Pribadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan, terutama Pemerintah Kabupaten Tanahdatar sehingga pameran dapat terlaksana dengan baik.(*)

Editor : Hendra Efison
Prahara Pulau Emas pameran foto jurnalistik pewarta foto indonesia mitigasi bencana tanahdatar