PADEK.JAWAPOS.COM – Sebanyak tujuh unit rumah Asrama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Gang Gajah, Dusun Kemiri, Desa Sikalang, Kota Sawahlunto, dilalap api pada Selasa dini hari (28/7/2026). Tim gabungan penanggulangan kebakaran bergerak cepat setelah menerima laporan pada pukul 03.12 WIB dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 07.30 WIB.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Sawahlunto, Nurwansyah Putra, mengatakan laporan pertama diterima dari Kepala Desa Sikalang. Petugas kemudian mengerahkan armada terdekat dan tiba di lokasi delapan menit setelah laporan diterima.
"Petugas kami menerima laporan langsung dari Kepala Desa setempat sekitar pukul 03.12 WIB. Armada terdekat langsung meluncur dan tiba di tempat kejadian perkara delapan menit kemudian untuk melakukan penanganan darurat," ujar Nurwansyah, Selasa (28/7/2026).
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan upaya pemadaman dan melokalisasi api agar tidak menjalar ke bangunan lain di kawasan permukiman tersebut.
Proses penanganan berlangsung hingga lebih dari empat jam karena besarnya kobaran api yang menghanguskan deretan rumah asrama.
Lima Armada Dikerahkan, Kerugian Masih Didata
Untuk mempercepat pemadaman, Satpol PP dan Damkar Kota Sawahlunto mengerahkan lima unit mobil pemadam dari berbagai pos.
Armada tersebut berasal dari Mako Damkar Sawahlunto sebanyak dua unit, Posko Talawi, Posko Barangin, dan Posko Silungkang.
Operasi pemadaman juga mendapat dukungan satu unit mobil tangki air milik PLTU setempat. Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas berhasil memadamkan api sepenuhnya dan memastikan lokasi dalam kondisi aman pada pukul 07.30 WIB.
Akibat kebakaran tersebut, tujuh unit rumah Asrama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dilaporkan mengalami kerusakan berat. Seluruh bangunan yang menjadi sasaran kebakaran terdampak dalam peristiwa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, besaran kerugian materiil belum dapat dipastikan. Tim berwenang masih melakukan pendataan serta investigasi di lokasi kejadian.
"Mengenai perkiraan kerugian akibat musibah kebakaran ini, saat ini masih dalam proses penelitian dan perhitungan oleh tim di lapangan," kata Nurwansyah.(*)
Editor : Hendra Efison