PADEK.JAWAPOS.COM – Atlet binaan PT Semen Padang, Yolla Cynthiana, akan membawa Silat Tradisi Minangkabau ke panggung internasional saat mewakili Indonesia pada Hanoi International Martial Arts Festival 2026 di Hanoi, Vietnam, pada 7–9 Agustus 2026. Penampilannya tidak hanya menampilkan seni bela diri, tetapi juga memperkenalkan filosofi dan nilai budaya Minangkabau kepada masyarakat dunia.
Yolla yang merupakan atlet binaan PPS Sakato Semen Padang, Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang Group (FKKSPG), dan IPSI Sumatera Barat ditetapkan sebagai delegasi Indonesia bersama Ochi Ramadhani berdasarkan surat Pengurus Provinsi IPSI Sumatera Barat yang mengacu pada Surat PB IPSI Nomor 11/SJ/PB IPSI/VII/2026.
Silat Minangkabau Jadi Duta Budaya Indonesia
Bagi Yolla, pencak silat yang akan ditampilkan di Vietnam bukan sekadar rangkaian teknik bela diri, melainkan representasi budaya Minangkabau yang sarat nilai dan filosofi.
"Saya ingin dunia melihat bahwa silat Minangkabau bukan hanya indah dipandang, tetapi juga kaya akan nilai dan karakter," ujarnya.
Melalui penampilan tersebut, Yolla membawa misi memperkenalkan identitas budaya Minangkabau kepada masyarakat internasional melalui warisan pencak silat.
Filosofi, Kostum, dan Musik Tampilkan Identitas Minangkabau
Dalam persiapannya menuju Hanoi, Yolla tidak hanya menyempurnakan teknik silat, tetapi juga memperdalam makna setiap gerakan yang akan dibawakan.
Ia ingin penonton internasional tidak hanya menikmati keindahan jurus, tetapi juga memahami nilai raso jo pareso yang menjadi karakter masyarakat Minangkabau.
"Saya ingin penonton internasional tidak hanya menikmati keindahan geraknya, tetapi juga merasakan nilai raso jo pareso yang menjadi karakter masyarakat Minangkabau. Karena itu, kostum, musik pengiring, hingga ekspresi akan benar-benar mencerminkan identitas budaya kita," katanya.
Seluruh unsur pertunjukan, mulai dari kostum, musik pengiring hingga ekspresi, dipersiapkan untuk memperkuat pesan budaya yang ingin disampaikan kepada dunia.
Atlet Binaan PT Semen Padang Siap Promosikan Warisan Budaya
Selama mengikuti pemusatan latihan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Yolla memfokuskan diri pada peningkatan daya tahan, penjiwaan jurus, serta penguatan mental.
"Aspek yang paling ingin saya tingkatkan adalah sinkronisasi antara gerak, napas, dan rasa. Di situlah letak keindahan sejati silat tradisi kita," ujarnya.
Yolla berharap keikutsertaannya pada Hanoi International Martial Arts Festival 2026 dapat memotivasi generasi muda untuk terus melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
"Jangan pernah malu dengan jati diri kita. Pencak Silat Minangkabau bukan sekadar bela diri, tetapi warisan budaya yang mengajarkan nilai penghormatan, kebersamaan, dan kebijaksanaan. Kalau kita sendiri tidak bangga, siapa lagi yang akan membawa silat Minang ke panggung dunia," katanya.
Melalui penampilan atlet binaan PT Semen Padang tersebut, Indonesia akan memperkenalkan pencak silat yang dipadukan dengan budaya Minangkabau kepada masyarakat internasional sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.(*)
Editor : Hendra Efison