PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – Sebanyak 70 dari 77 jembatan yang ditangani Satuan Tugas Jembatan TNI Angkatan Darat di Sumatera Barat telah rampung dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sementara tujuh jembatan lainnya masih dalam proses pemasangan per 1 Agustus 2026.
Data tersebut disampaikan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera dalam laporan perkembangan pemulihan infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di Sumatera Barat, penanganan 77 jembatan mencakup tiga jenis konstruksi, yakni 16 Jembatan Bailey, 30 Jembatan Armco, dan 31 Jembatan Perintis atau jembatan gantung.
Dengan capaian tersebut, sebagian besar jembatan yang menjadi bagian dari penanganan Satgas Jembatan TNI AD di Sumbar telah selesai. Tujuh unit lainnya masih membutuhkan proses pemasangan hingga seluruh pekerjaan rampung.
Pemulihan Konektivitas Masyarakat
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi kerja Satgas Jembatan TNI AD di wilayah terdampak bencana.
Menurut Tito, pembangunan jembatan memberikan pengaruh langsung terhadap percepatan pemulihan konektivitas masyarakat di wilayah terdampak.
“Kerja Satgas Jembatan sangat luar biasa di lapangan. Kerja riil dan sangat berpengaruh untuk percepatan pemulihan bencana Sumatera,” kata Tito dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).
Pemulihan jembatan tidak hanya menghubungkan kembali wilayah yang sebelumnya terputus. Infrastruktur tersebut juga membuka akses masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perekonomian, lahan pertanian, dan layanan publik lainnya.
Kehadiran jembatan juga menjadi bagian dari upaya mengembalikan rasa aman sekaligus mendukung aktivitas masyarakat agar kembali normal.
415 Jembatan di Tiga Provinsi Sudah Rampung
Secara keseluruhan, Satgas Jembatan TNI AD menangani 597 jembatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak 415 jembatan telah selesai, sedangkan 182 unit lainnya masih dalam proses pemasangan.
Di Aceh, dari 301 jembatan yang ditangani, sebanyak 192 unit telah selesai dan 109 masih dalam proses. Penanganannya terdiri atas 60 Jembatan Bailey, 136 Jembatan Armco, serta 105 Jembatan Perintis.
Sementara di Sumatera Utara, terdapat 219 jembatan yang ditangani dengan 153 unit telah rampung dan 66 lainnya masih dikerjakan. Jenisnya terdiri atas 31 Jembatan Bailey, 77 Jembatan Armco, serta 111 Jembatan Perintis atau jembatan gantung.
Secara akumulatif, penanganan mencakup 107 Jembatan Bailey, 243 Jembatan Armco, serta 247 Jembatan Perintis atau jembatan gantung.
Pemulihan jembatan tersebut berjalan bersamaan dengan penanganan jaringan transportasi lainnya.
Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 1 Agustus 2026, seluruh 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional yang terdampak di tiga provinsi telah kembali fungsional.
Pada jaringan jalan daerah, sebanyak 2.291 dari 2.421 ruas terdampak telah berfungsi. Sementara jembatan daerah yang kembali fungsional mencapai 821 dari 1.184 unit terdampak.(*)
Editor : Hendra Efison