PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – Jembatan Jeruai di kawasan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab), Kota Padang, mulai diuji untuk lalu lintas kendaraan pada Selasa (4/8/2026). Pembukaan ini berlangsung lebih cepat dari rencana awal yang sebelumnya ditargetkan pada pertengahan September 2026.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menyatakan struktur utama jembatan pada ruas Jalan Nasional Bukit Putus–Batas Kota Padang tersebut telah selesai dan dinyatakan layak dilalui kendaraan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 BPJN Sumatera Barat, Yan Purwandi, mengatakan uji coba pembukaan lalu lintas dilakukan selama tujuh hari dengan melibatkan petugas kepolisian untuk membantu mengatur arus kendaraan.
“Untuk awal kita melakukan uji coba pembukaan traffic yang dibantu dari petugas kepolisian dimulai 7 hari ke depan dimulai Selasa kemarin, selanjutnya akan dilakukan open traffic secara menyeluruh insyaallah di tanggal 14 Agustus 2026,” ujar Yan.
Jembatan Utama Sudah Lulus Uji Kekuatan
Menurut Yan, pekerjaan struktur Jembatan Jeruai telah rampung. Proses pengerjaan menggunakan aditif pada campuran beton untuk mempercepat pencapaian kekuatan beton sesuai spesifikasi teknis.
Tim proyek kemudian melakukan pengujian terhadap kekuatan beton jembatan. Hasil pengujian menunjukkan kekuatannya telah mencapai standar yang direncanakan.
“Kekuatan beton sudah kami uji sudah mencapai kekuatan sesuai rencana, sehingga sudah layak untuk dilalui oleh kendaraan jenis apapun,” katanya.
Dengan hasil tersebut, BPJN Sumatera Barat mulai melakukan uji coba pembukaan lalu lintas sebelum jembatan dibuka secara menyeluruh.
Percepatan pembukaan tersebut menjadi perkembangan penting dalam rehabilitasi Jembatan Jeruai.
Sebelumnya, pembukaan penuh lalu lintas direncanakan berlangsung pada 14 Agustus 2026, sedangkan rencana awal proyek menargetkan pembukaan pada pertengahan September.
“Pembukaan ini lebih cepat dari rencana awal yaitu pertengahan September 2026,” ungkap Yan.
Jembatan Bailey Rusak akibat Cuaca Ekstrem
Percepatan pembukaan Jembatan Jeruai berlangsung setelah jalur pengalih arus berupa Jembatan Bailey mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem pada Senin (3/8/2026).
Cuaca ekstrem menyebabkan gerusan pada pondasi jembatan sementara tersebut sehingga tidak lagi dapat dilalui kendaraan.
“Akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada 3 Agustus 2026 terjadi gerusan di pondasi jembatan sementara yang berada di pekerjaan proyek ini sehingga jembatan tersebut tidak dapat dilalui lagi,” ujar Yan.
Meski Jembatan Bailey mengalami kerusakan, kondisi tersebut tidak menghambat penyelesaian struktur utama Jembatan Jeruai yang telah memasuki tahap akhir.
BPJN Sumatera Barat menyebut masih terdapat pekerjaan minor berupa finishing yang akan dikerjakan selama masa uji coba. Pekerjaan tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas di lokasi.
Karena itu, pengguna jalan diminta tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas selama masa uji coba.
“Mohon bersabar, tetap patuhi rambu lalu lintas dan ikuti arahan petugas,” pungkas Yan.(*)
Editor : Hendra Efison