17 Km Jalan Malalak Pulih, Jalur Alternatif Padang-Bukittinggi Kembali Lancar

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 08:50 WIB
Jalan Sicincin-Malalak-Koto Tuo kembali fungsional setelah 28 titik longsor ditangani, membuka akses alternatif Padang-Bukittinggi dan memperlancar distribusi hasil pertanian.
Jalan Sicincin-Malalak-Koto Tuo kembali fungsional setelah 28 titik longsor ditangani, membuka akses alternatif Padang-Bukittinggi dan memperlancar distribusi hasil pertanian.
PADEK.JAWAPOS.COM – Akses Jalan Simpang Koto Mambang–Balingka atau ruas Malalak di Kabupaten Agam kembali fungsional setelah perbaikan tanggap darurat jalan dan jembatan dari KM 69 hingga KM 87 selesai dikerjakan. Jalur tersebut kini dapat dilalui dan menjadi alternatif akses Padang-Bukittinggi ketika ruas Padang-Padangpanjang mengalami gangguan akibat longsor.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friyandi mengatakan, perbaikan tanggap darurat pada ruas Jalan Simpang Koto Mambang–Balingka dari KM 69 hingga KM 87 telah selesai dan kini fungsional.

Pekerjaan yang dilakukan PT HKI mencakup penanganan 28 titik longsoran sepanjang 17 kilometer yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.

Penanganan ruas tersebut juga melibatkan Direktorat Jenderal Bina Marga melalui BPJN Sumatera Barat serta Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V. Selain titik longsoran, terdapat jembatan yang putus dan box culvert yang kini sudah dapat dilewati.

Elsa menjelaskan, pembangunan dua sabodam yang berfungsi menahan longsoran dan aliran sungai merupakan kewenangan BWSS V. Berdasarkan informasi dari BWSS V, pekerjaan dua sabodam tersebut saat ini belum dimulai.

“Jadi akses jalan Sicincin-Malalak-Koto Tuo sudah tersambungkan,” kata Elsa saat didampingi Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) I, Andi Mulya Rusli, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2, Rio Andika.

Selain menangani titik-titik longsoran, perbaikan juga mencakup jembatan yang sebelumnya putus serta box culvert.

Keduanya kini sudah dapat dilewati sehingga konektivitas ruas Sicincin menuju Koto Tuo kembali tersambung.

Jadi Jalur Alternatif Padang-Bukittinggi

Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, Armizorades, mengatakan kembali fungsionalnya Jalan Sicincin-Malalak memberikan alternatif bagi mobilitas masyarakat antara Padang dan Bukittinggi.

Menurutnya, jalur tersebut dapat menjadi solusi apabila Jalan Padang-Padangpanjang mengalami longsor sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

“Dengan selesainya jalan Sicincin-Malalak merupakan solusi dan jalan alternatif Bukittinggi ke Padang sekiranya jalan Padang-Padangpanjang terjadi longsor,” katanya.

Ia menambahkan, ruas Lubukbasung-Bukittinggi juga terus dipelihara untuk menjaga kelancaran aktivitas perekonomian masyarakat.

Sementara itu, pekerjaan dua sabodam yang berfungsi menahan longsoran dan aliran sungai masih menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V. Berdasarkan informasi yang diterima, pekerjaan tersebut belum dimulai.

Distribusi Hasil Pertanian Kembali Lancar

Kembali fungsionalnya ruas Malalak juga dirasakan langsung oleh pengemudi kendaraan pengangkut hasil pertanian.

Akses yang kembali terbuka membuat distribusi komoditas dari wilayah Agam menuju Padang berjalan lebih lancar.

Edy, salah seorang sopir yang membawa pisang dari Palembayan, mengatakan kondisi jalan yang kembali bisa dilalui membantu menjaga kelancaran pengiriman. Pisang yang dibawanya dapat tiba di Padang dalam kondisi masih segar.

Hal serupa disampaikan Irman, yang membawa durian dari Koto Tuo menuju Padang. Menurutnya, durian yang dibawa mendapat sambutan dari konsumen di Padang dan cepat habis.

Arus sebaliknya juga kembali bergerak. Pengiriman bahan bangunan dari Padang menuju Agam disebut sudah lancar.

Aktivitas pariwisata di kawasan Maninjau dan Puncak Lawang juga mulai ramai. Tina, pedagang kuliner Danau Maninjau, mengatakan dagangan palai rinuak kembali laris seiring meningkatnya aktivitas wisatawan.

Dengan kembali fungsionalnya Jalan Malalak, konektivitas antarkawasan diharapkan tetap terjaga, baik untuk mobilitas masyarakat, distribusi barang maupun aktivitas wisata.(z)

Editor : Hendra Efison
28 titik longsor akses Malalak BPJN Sumatera Barat Jalur Alternatif Padang-Bukittinggi Jalan Malalak