Badai dan Ombak 3 Meter Sempat Hentikan Operasi SAR Kapal Nelayan di Perairan Pariaman

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:45 WIB
Operasi SAR kapal nelayan KM Halim Wijaya di perairan Pulau Angso Duo sempat dihentikan akibat badai dan ombak 3 meter sebelum dua ABK ditemukan selamat.
Operasi SAR kapal nelayan KM Halim Wijaya di perairan Pulau Angso Duo sempat dihentikan akibat badai dan ombak 3 meter sebelum dua ABK ditemukan selamat.

PADEK.JAWAPOS.COM – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap kapal nelayan KM Halim Wijaya di perairan sekitar Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, sempat dihentikan akibat badai dan gelombang setinggi hingga 3 meter, Rabu malam (5/8/2026).

Setelah cuaca membaik, Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang kembali melanjutkan operasi dan berhasil menemukan kapal beserta dua awaknya dalam keadaan selamat pada Kamis (6/8/2026).

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menyampaikan kapal nelayan sepanjang 17 meter berwarna merah biru itu ditemukan sekitar pukul 06.20 WIB pada koordinat ±0°52'55,26" S - 100°13'19,68" T atau sekitar 12 nautical mile (NM). Setelah ditemukan, kapal langsung ditarik menuju Pelabuhan Bungus.

KM Halim Wijaya berangkat dari Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, menuju Pelabuhan Bungus, Kota Padang, pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapal tersebut diawaki Ali (60), warga Nusa Tenggara Barat, dan Sapriadi (45), warga Bungus.

Sekitar pukul 16.00 WIB, kapal mengalami kerusakan hingga mesin mati saat berada di perairan dengan perkiraan koordinat 0°42'46,56" S - 100°6'10,52" T.

Kedua awak kapal sempat berupaya memperbaiki mesin secara mandiri hingga sekitar pukul 20.10 WIB, namun tidak berhasil.

Pada pukul 21.00 WIB, Ali menghubungi pemilik kapal, Medri, untuk melaporkan kondisi darurat tersebut.

Laporan kemudian diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang pada pukul 22.02 WIB.

Operasi Dilanjutkan Setelah Cuaca Membaik

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Kelas A Padang memberangkatkan KN SAR Yudistira menuju lokasi kejadian pada pukul 22.24 WIB dengan membawa sembilan personel SAR dan empat orang dari pihak pemilik kapal.

Namun, dalam perjalanan menuju lokasi, kapal penyelamat menghadapi badai disertai gelombang setinggi sekitar 3 meter pada pukul 23.56 WIB.

Demi keselamatan pelayaran dan personel, KN SAR Yudistira memutuskan kembali ke Pelabuhan Bungus dan sandar pada pukul 01.15 WIB.

Setelah kondisi cuaca membaik, KN SAR Yudistira kembali bertolak menuju lokasi pencarian pada pukul 03.45 WIB dengan membawa 16 personel.

Sekitar 15 menit kemudian, tim juga mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 yang membawa sembilan personel untuk memperkuat operasi.

Tim gabungan tiba di lokasi perkiraan pencarian sekitar pukul 05.00 WIB dan langsung melakukan penyisiran di perairan sekitar Pulau Angso Duo.

Dalam kondisi hujan, angin berkecepatan 10 knot, serta gelombang berkisar 1,25 hingga 2,5 meter, kapal akhirnya ditemukan sekitar pukul 06.20 WIB.

Kapal Berhasil Ditarik ke Pelabuhan Bungus

Setelah lokasi kapal dipastikan, tim SAR melakukan penarikan (towing) menuju Pelabuhan Bungus. Proses evakuasi berlangsung sekitar tiga jam hingga seluruh armada bersama KM Halim Wijaya tiba di pelabuhan pada pukul 09.05 WIB.

Hendri menyampaikan seluruh awak kapal ditemukan dalam keadaan selamat. Setelah proses evakuasi selesai, dilakukan debriefing pada pukul 09.10 WIB dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke pangkalan masing-masing.

Dalam operasi tersebut, Kantor SAR Kelas A Padang mengerahkan KN SAR Yudistira, RIB 02, PalSAR Air, PalSAR Evakuasi, PalSAR Medis, PalSAR Komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya. Dengan ditemukannya kapal beserta kedua awaknya dalam kondisi selamat, operasi SAR diusulkan untuk ditutup.(*)

Editor : Hendra Efison
KM Halim Wijaya ombak 3 meter operasi SAR pulau angso duo Kantor SAR Kelas A Padang