PADEK.JAWAPOS.COM--Universitas Negeri Padang (UNP) mengenalkan teknologi Augmented Reality (AR) kepada guru Sosiologi di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman untuk mendorong pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual bagi siswa.
Pengenalan AR tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) bertajuk “SOCIO-AR: Program Pelatihan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sosiologi Berbasis Thinking Sociologically Terintegrasi Augmented Reality” di SMAN 6 Pariaman, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti guru-guru yang tergabung dalam Komunitas Belajar (Kombel) MGMP Sosiologi Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman.
Pelatihan ditujukan untuk membantu guru mengembangkan perangkat pembelajaran Sosiologi yang inovatif, kontekstual, serta berbasis kearifan lokal Minangkabau.
Dalam pelatihan, guru tidak hanya diperkenalkan pada konsep AR, tetapi juga diajak mempraktikkan penggunaannya dalam pembelajaran.
Peserta menggunakan kamera smartphone Android untuk memindai marker AR dan mencoba skenario mengajar dengan media tersebut.
Materi mengenai strategi penyusunan perangkat pembelajaran berbasis AR disampaikan Sahrun Nisa MPd. Guru diperkenalkan pada berbagai komponen perangkat pembelajaran inovatif, seperti modul ajar, media interaktif, LKPD digital, hingga kuis berbasis fenomena sosial.
Pembelajaran Sosiologi Dikaitkan dengan Realitas Sosial
Selain teknologi, pelatihan tersebut menekankan kemampuan berpikir sosiologis atau thinking sociologically.
Konsep ini diperkenalkan untuk membantu menghubungkan pengalaman individu dengan struktur sosial serta meningkatkan social awareness dalam pembelajaran Sosiologi.
Materi “Thinking Sociologically dan Inovasi Pembelajaran Sosiologi” disampaikan Dendy Marta Putra, M.Pd.
Dalam sesi tersebut, kearifan lokal Minangkabau, seperti nilai musyawarah mufakat, juga diperkenalkan sebagai konteks pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa.
Ketua Tim Pengabdian, Nurlizawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan program SOCIO-AR lahir dari kebutuhan guru Sosiologi di Kota Pariaman dalam mengembangkan bahan ajar yang interaktif dan kontekstual.
“Kami melihat guru-guru masih menghadapi kendala dalam mengembangkan bahan ajar yang interaktif dan kontekstual melihat kondisi generasi z atau alpha saat ini yang sangat lekat dengan gadget,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan tersebut diharapkan membantu guru menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis AR yang tidak hanya menarik, tetapi juga dapat menumbuhkan kepekaan sosial siswa terhadap realitas di sekitar mereka.
Ketua Kombel MGMP Sosiologi Kota Pariaman, Akmal Kamidin, S.Pd., menyambut baik pelatihan tersebut. Ia mengatakan guru masih terbatas menggunakan bahan ajar konvensional sehingga membutuhkan media pembelajaran yang lebih interaktif.
“Pelatihan seperti ini sangat kami butuhkan. Selama ini kami masih terbatas menggunakan bahan ajar konvensional, padahal siswa sekarang butuh media yang lebih interaktif,” katanya.
Guru Praktik Langsung Gunakan AR
Puncak kegiatan diisi simulasi penggunaan AR yang dipandu mahasiswa Pendidikan Sosiologi UNP.
Peserta memindai marker AR menggunakan kamera smartphone, kemudian mempraktikkan skenario mengajar dengan media tersebut.
Guru juga berdiskusi mengenai kesesuaian konten AR dengan tujuan pembelajaran thinking sociologically.
Pemahaman peserta kemudian dievaluasi melalui pengisian post-test setelah sebelumnya mengikuti pre-test.
Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi UNP, yakni Syabrina Al-Fitria Sari, Asifa Zahwa, Muhammad Aidil, Yudis Putra Jasman dan Rayhan Adriansyah Permana.
Mereka berperan dalam pendampingan teknis, dokumentasi hingga pengolahan data evaluasi kegiatan.
Melalui SOCIO-AR, UNP berharap pengembangan perangkat pembelajaran berbasis AR dapat menjadi praktik yang berkelanjutan di lingkungan MGMP Sosiologi Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kompetensi pedagogik dan profesional guru dalam menghadirkan pembelajaran Sosiologi yang lebih kontekstual, interaktif dan berakar pada kearifan lokal Minangkabau.(*)
Editor : Hendra Efison