Pemko Padang Mulai Rehab-Rekon 7 Paket Proyek Jembatan, Bendungan dan Drainase Pascabanjir

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:11 WIB
Rehab bendungan terdampak banjir di Kota Padang dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. (Foto: Diskominfo)
Rehab bendungan terdampak banjir di Kota Padang dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. (Foto: Diskominfo)

PADEK.JAWAPOS.COM–Pemerintah Kota Padang mulai mengerjakan tujuh paket proyek rehabilitasi fisik infrastruktur terdampak bencana, setelah tahapan perencanaan dan tender rampung, Senin (10/8/2026).

Pekerjaan tersebut mencakup rehabilitasi jembatan, bendungan, dan drainase di sejumlah lokasi, termasuk Limau Manis, Sungkai, Lubukkilangan, dan Tabiang Banda Gadang.

Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana itu menggunakan anggaran Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dikembalikan Pemerintah Pusat kepada Kota Padang.

Wali Kota Padang Fadly Amran sebelumnya menegaskan Pemko Padang berkomitmen mempercepat proses rehab-rekon pascabencana. Namun, pelaksanaannya tetap harus mengikuti tahapan perencanaan, tender, serta ketentuan yang berlaku.

Menurut Fadly, sejumlah pekerjaan fisik kini sudah dapat dimulai karena seluruh tahapan yang dipersyaratkan telah selesai. Ia juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus terima kasih kepada masyarakat yang telah menunggu proses rehabilitasi.

Tujuh paket fisik mulai dikerjakan

Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri mengatakan tujuh paket proyek fisik telah mulai dikerjakan di sejumlah lokasi terdampak bencana.

Pekerjaan tersebut meliputi rekonstruksi jembatan di Kampung Jambak, rehabilitasi Bendung Limau Manis, rehabilitasi bendungan di Lubuk Kilangan, rehabilitasi Bendung Sungkai, serta pekerjaan drainase di Tabiang Banda Gadang.

Malvi menjelaskan, dimulainya pekerjaan tersebut dimungkinkan setelah proses perencanaan dan tender masing-masing kegiatan selesai.

Pekerjaan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memulihkan infrastruktur yang terdampak bencana di Kota Padang.a

Pembangunan Bendung Limau Manis dimulai

Salah satu pekerjaan yang mulai dilaksanakan adalah pembangunan Bendung Limau Manis Paket 1 di Kecamatan Pauh oleh Dinas PUPR Kota Padang.

Pembangunan tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan sistem irigasi sehingga ketersediaan air bagi sawah dapat terjamin sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Proyek tersebut didanai APBD Kota Padang melalui TKD-DAU. Pelaksanaannya ditargetkan selesai dalam 138 hari kalender dengan pengawasan teknis untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai mutu dan waktu yang ditetapkan.

Selain Bendung Limau Manis, Pemko Padang juga mulai mengerjakan Rehabilitasi Bendung Paket 3 di Lubukkilangan.

Pekerjaan itu merupakan bagian dari pemulihan infrastruktur pengairan pascabencana. Bendung baru tersebut ditargetkan melayani tiga daerah irigasi, yakni D.I. Lubuk Hantu, D.I. Baringin, dan D.I. Kandang Jawi.

Rehabilitasi Bendung Paket 3 ditargetkan rampung dalam 150 hari. Pekerjaan tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem pengairan sekaligus mendukung sektor pertanian.

Dimulainya sejumlah proyek fisik tersebut menandai berlanjutnya proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di Kota Padang setelah tahapan administratif dan pengadaan selesai.(*)

Editor : Heri Sugiarto
rehab pascabanjir Padang rehabilitasi bendungan Padang fadly amran pemko padang drainase padang