BATIPUH SELATAN, PADEK.JAWAPOS.COM— Kebakaran melanda lahan bekas sawah seluas sekitar dua hektare di Jorong Rumbai, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanahdatar, Senin (10/8/2026) menjelang magrib.
Kobaran api sempat mengancam lahan pertanian produktif di sekitar lokasi yang ditanami padi dan mulai menguning. Beruntung, api berhasil dilokalisir sehingga tidak merembet ke sawah tersebut.
Wali Nagari Malalo, Akhyari, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kebakaran terjadi di lahan bekas sawah yang sudah lama tidak digarap.
Menurut Akhyari, informasi kebakaran pertama kali diterimanya dari masyarakat yang melihat kobaran api cukup besar di lokasi. Setelah tiba di tempat kejadian, ia berkoordinasi dengan camat untuk meminta bantuan pemadam kebakaran.
Sebelum petugas tiba, warga setempat telah berupaya memadamkan api secara bergotong royong menggunakan peralatan seadanya. Namun, kondisi medan dan hari yang mulai gelap membuat upaya pemadaman oleh warga mengalami kesulitan.
Damkar tiba 18 menit setelah menerima laporan
Kasat Damkar Tanah Datar Khairunnas Yuhardi melalui Kasi Ops Damkar Dendi Rendoni mengatakan laporan resmi kebakaran diterima Pos Lapangan Pemadam Kebakaran (Posdam) Batipuh pada pukul 19.00 WIB.
Petugas kemudian mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran bersama empat personel Regu 1 pada pukul 19.03 WIB. Armada tiba di lokasi pada pukul 19.18 WIB dan langsung melakukan penanganan.
Dalam proses pemadaman, petugas Damkar juga mendapat bantuan dari dua personel PLN. Pemadaman dan pendinginan dilakukan hingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali pada pukul 19.55 WIB.
Akhyari mengatakan kondisi lahan di sekitar titik kebakaran menjadi perhatian karena terdapat tanaman padi yang sedang menguning. Ia bersyukur api tidak sampai merembet ke lahan pertanian produktif tersebut.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan bekas sawah yang telah lama tidak digarap dengan luas sekitar dua hektare. Tidak disebutkan adanya korban dalam peristiwa tersebut.
Warga diminta waspada saat kemarau
Pemerintah Nagari Malalo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di lahan maupun perkebunan, terutama dalam kondisi kemarau dan cuaca panas.
Akhyari meminta warga memastikan tidak meninggalkan sumber api dalam kondisi masih menyala. Menurutnya, kehati-hatian diperlukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Penanganan kebakaran berlangsung hingga sekitar pukul 19.55 WIB. Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, kondisi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali.(*)
Editor : Hendra Efison