UMMY Solok Bawa Smart Farming IoT ke Agam, Petani Landia Farm Pantau Kondisi Tanah Secara Digital

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:06 WIB
Tim PKM UMMY Solok bersama Kelompok Tani Landia Saiyo Sahati di Landia Farm Agam.(Foto: Tim PKM)
Tim PKM UMMY Solok bersama Kelompok Tani Landia Saiyo Sahati di Landia Farm Agam.(Foto: Tim PKM)

PADEK.JAWAPOS.COM—Teknologi Internet of Things (IoT) mulai diterapkan di Landia Farm, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Melalui program PKM, Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok menghadirkan smart farming untuk membantu petani memantau kondisi tanah, kelembapan, dan kebutuhan pemupukan secara digital.

Program tersebut telah dilakukan pada Selasa, 16 Juni 2026, di Landia Farm yang dikelola Kelompok Tani Landia Saiyo Sahati. Kegiatan PKM tingkat nasional ini mendapat pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui BIMA atau Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun anggaran 2026.

Program ini mengusung tema “Penerapan Smart Farming Berbasis IoT untuk Optimasi Manajemen Pemupukan Organik dan Peningkatan Produktivitas Tanaman”.

Tim PKM UMMY Solok dipimpin Reti Handayani, S.Kom., M.Kom. sebagai ketua pelaksana, dengan anggota Yendi Putra, S.Kom., M.Kom. dan Dewi Jayagma Ilham, S.P., M.P.

Kolaborasi bidang teknologi informasi dan pertanian tersebut diarahkan untuk menerapkan teknologi sesuai kebutuhan petani di lapangan. Kegiatan ini juga melibatkan dosen serta mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika UMMY Solok dalam proses instalasi dan edukasi penggunaan teknologi.

Ketua PKM UMMY Solok, Reti Handayani, mengatakan teknologi smart farming yang diterapkan menggunakan perangkat berbasis sensor untuk memantau kondisi tanah.

“Kami hadir membawa solusi teknologi berbasis sensor untuk mendeteksi kondisi tanah secara real-time. Melalui perangkat IoT yang dipasang, para petani kini bisa memantau kebutuhan nutrisi tanaman dan kelembapan tanah secara otomatis melalui perangkat digital,” ujar Reti.

Menurutnya, penerapan teknologi tersebut juga difokuskan pada optimalisasi pemupukan organik. Sensor IoT digunakan untuk mendukung efisiensi penggunaan pupuk cair organik agar pemupukan dapat dilakukan secara lebih terjadwal dan sesuai kebutuhan.

Reti menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan civitas akademika UMMY Solok atas dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kemendiktisaintek atas pendanaan BIMA tahun 2026.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Nagari Koto Gadang. Walinagari Koto Gadang, Kecamatan Baso, Yuserizal, yang hadir membuka kegiatan, menyambut penerapan teknologi IoT tersebut.

Menurut Yuserizal, Nagari Koto Gadang memiliki potensi pertanian yang besar dan penerapan teknologi diharapkan dapat mendukung pengembangan pertanian modern di wilayah tersebut.

“Kami dari jajaran pemerintahan nagari sangat berterima kasih kepada Kemendiktisaintek dan tim PKM UMMY Solok. Teknologi Smart Farming ini adalah hal baru yang sangat kami butuhkan agar generasi muda di nagari kami kembali tertarik untuk bertani secara modern dan cerdas,” ungkapnya.

Pelatihan dan demonstrasi teknologi diikuti 15 anggota inti Kelompok Tani Landia Saiyo Sahati. Para peserta mendapat penjelasan mengenai cara membaca data kelembapan dan kondisi tanah melalui sistem yang digunakan.

Tim PKM juga memberikan panduan mengenai pengoperasian dan perawatan perangkat agar dapat digunakan secara mandiri oleh kelompok tani.

Perwakilan Kelompok Tani Landia Saiyo Sahati menyebut penerapan teknologi tersebut membantu petani memperoleh informasi untuk menentukan kebutuhan pemupukan dan penyiraman berdasarkan data yang dibaca sistem.

“Dengan adanya teknologi IoT dari ibu Reti dan tim, kami tidak perlu lagi mengira-ngira kapan tanaman harus dipupuk atau disiram. Semuanya sudah terbaca oleh sistem,” tuturnya.

Melalui program tersebut, teknologi smart farming berbasis IoT diterapkan di Landia Farm sebagai bagian dari upaya mendukung manajemen pemupukan organik dan pemantauan kondisi tanah di kawasan pertanian yang dikelola Kelompok Tani Landia Saiyo Sahati.(*)

 

Editor : Heri Sugiarto
PKM UMMY Solok Landia Farm Agam pemupukan organik Smart Farming IoT Pertanian Modern