PADEK.JAWAPOS.COM — Kantor Pertanahan Kabupaten Tanahdatar telah menuntaskan target pemetaan lahan seluas 5.000 hektare melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2026. Namun, penerbitan 500 sertifikat tanah yang menjadi target tahun ini baru mencapai sekitar 32 persen.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanahdatar, Ardinal Yulti, mengatakan target PTSL 2026 terdiri atas dua kegiatan, yakni pemetaan lahan dan penerbitan sertifikat. Target penerbitan 500 sertifikat tersebut tersebar di 12 penetapan lokasi (petlok).
“Kami sampaikan bahwa untuk tahun anggaran 2026 target kita di Tanah Datar ada 2 kegiatan. Pertama pemetaan dengan luasan 5.000 hektare, alhamdulillah pengabdiannya 100% sudah berjalan, sudah tercapai target,” kata Ardinal di ruang kerjanya, Rabu (19/8/2026).
Sementara itu, realisasi penerbitan sertifikat masih menghadapi keterlambatan pada awal semester kedua. Berdasarkan evaluasi progres harian, capaian penerbitan sertifikat baru berada di angka sekitar 32 persen.
Ardinal menjelaskan keterlambatan tersebut terutama disebabkan belum lengkapnya dokumen persyaratan yang disampaikan masyarakat sebagai pemilik tanah. Beberapa kendala di antaranya kesepakatan kaum yang belum sempurna dan pemasangan tanda batas.
Selain persoalan administrasi dan batas tanah, masih terdapat sedikit sengketa kepemilikan dengan pemilik lahan yang berbatasan. Namun, Ardinal menyebut jumlahnya tidak signifikan, yakni sekitar 1 hingga 2 persen.
“Bisanya keterlambatan ini terjadinya dengan adanya keterlambatan kelengkapan dokumen yang disampaikan masyarakat sebagai pemilik tanah. Misalnya kesepakatan kaumnya ada yang tidak sempurna maupun pemasangan tanda batas,” ujarnya.
Untuk mengejar target tersebut, BPN Tanahdatar kini memfokuskan pekerjaan pada pengolahan data di studio. Pasalnya, seluruh kegiatan lapangan, termasuk pengukuran dan pengumpulan data, telah selesai dilaksanakan.
BPN Targetkan 500 Sertifikat Rampung September
Ardinal menargetkan seluruh penerbitan 500 persil sertifikat PTSL dapat diselesaikan 100 persen pada akhir September 2026. Target tersebut disusun berdasarkan kondisi bahwa pekerjaan lapangan telah rampung dan tersisa tahapan pengolahan data.
“Kelanjutannya kita pasang target September akhir 100%, karena memang untuk kegiatan lapangannya kita selesai. Tinggal pekerjaan studio pengolahan data dan estimasi perkiraan kami, mungkin di akhir September kami bisa selesaikan target 500 persil, capaian 100%,” katanya.
Selain menyelesaikan target 2026, Kantor Pertanahan Tanahdatar mulai membuka kesempatan bagi pemerintah nagari untuk mengusulkan calon peserta PTSL tahun berikutnya.
Informasi tersebut nantinya disampaikan kepada seluruh wali nagari. Pemerintah nagari kemudian dapat menyampaikan rencana calon peserta kegiatan PTSL sebagai bahan tindak lanjut untuk penetapan lokasi tahun depan.(*)
Editor : Hendra Efison