813 Huntap Korban Bencana di Sumbar Dibangun Pakai Sepablock Semen Padang

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB
Staf Ahli Menteri PKP Tedy Siagian melihat rumah contoh berbasis teknologi Sepablock saat mengunjungi PT Semen Padang, Selasa (11/8/2026).
Staf Ahli Menteri PKP Tedy Siagian melihat rumah contoh berbasis teknologi Sepablock saat mengunjungi PT Semen Padang, Selasa (11/8/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM— Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan menggunakan teknologi Sepablock produksi PT Semen Padang untuk membangun 813 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.

Pembangunan 813 huntap tersebut ditargetkan berlangsung pada 2026 dan tersebar di empat daerah, yakni Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Rencana tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri PKP Tedy Siagian saat mengunjungi PT Semen Padang, Selasa (11/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Tedy melihat langsung rumah contoh yang dibangun menggunakan teknologi Sepablock sekaligus memastikan kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan pembangunan.

Tedy mengatakan, penggunaan Sepablock produksi PT Semen Padang menjadi penerapan perdana teknologi tersebut dalam program penanganan pascabencana.

Karena itu, Kementerian PKP berharap teknologi tersebut terus dikembangkan dan dapat menjadi salah satu pilihan dalam pembangunan hunian.

“Kementerian PKP pada tahun ini akan membangun 813 unit hunian tetap di Sumbar. Pembangunannya akan menggunakan teknologi Sepablock produksi PT Semen Padang. Makanya, kunjungan kami ke PT Semen Padang ini bertujuan untuk memastikan dukungan dari SIG melalui anak perusahaannya, yaitu PT Semen Padang, dalam hal suplai kebutuhan Sepablock," kata Tedy.

Menurutnya, rumah contoh Sepablock yang dilihatnya memiliki desain dan konstruksi yang menarik serta relatif mudah diterapkan dalam pembangunan rumah.

Kemudahan dan efisiensi waktu menjadi pertimbangan penting karena huntap akan dibangun dalam jumlah besar.

“Kami berharap produk anak bangsa dari PT Semen Padang ini dapat terus dikembangkan dan menjadi andalan ke depan. Dengan teknologi ini, diharapkan dapat dibangun rumah yang ramah gempa serta memiliki tata udara, pencahayaan, sirkulasi udara, dan sistem proteksi kebakaran yang baik,” ujarnya.

Namun, percepatan pembangunan juga membutuhkan tenaga kerja yang memahami teknik pemasangan Sepablock sesuai standar.

Kementerian PKP menilai dukungan pelatihan bagi tenaga kerja diperlukan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, perusahaan berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui penyediaan produk dan teknologi konstruksi.

“PT Semen Padang berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pemulihan pascabencana, khususnya melalui penyediaan produk dan teknologi konstruksi yang berkualitas. Sepablock merupakan salah satu inovasi yang kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan rumah yang efisien, berkualitas, dan sesuai dengan karakteristik wilayah Sumatera Barat,” kata Win.

Kepala Departemen Bisnis Inkubasi Nonsemen & Produk Turunan PT Semen Padang Ridwan Mukhtar memastikan perusahaan siap memenuhi kebutuhan Sepablock untuk pembangunan 813 huntap tersebut.

PT Semen Padang telah meningkatkan kapasitas produksi Sepablock pada Agustus dari sebelumnya untuk 120 unit rumah tipe 36 per bulan menjadi 200 unit rumah tipe 36 per bulan. Perusahaan juga telah menyiapkan stok yang cukup untuk pembangunan sekitar 300 unit rumah.

Dengan stok yang tersedia dan tambahan kapasitas produksi tersebut, PT Semen Padang optimistis kebutuhan Sepablock untuk 813 huntap dapat dipenuhi secara bertahap hingga November 2026.(*)

Editor : Hendra Efison
huntap Sumatera Barat 813 huntap Kementerian PKP SEPABLOCK Semen Padang hunian tetap korban bencana