PADEK.JAWAPOS.COM—Kabut asap kembali menyelimuti Kota Padang, Minggu (23/8/2026). BMKG menyebut kondisi tersebut bukan dominan akibat titik api di Sumatera Barat, melainkan asap kiriman dari wilayah selatan dan tenggara Sumbar, termasuk Jambi dan Sumatera Selatan.
Kondisi udara kabur terpantau sejak pagi hingga menjelang siang. Jarak pandang di sejumlah kawasan Kota Padang pun terlihat terbatas dibandingkan saat cuaca cerah.
Kemunculan kabut asap ini sempat terjadi sebelumnya, kemudian menghilang setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi udara kembali terlihat kabur pada Minggu pagi.
BMKG Deteksi 7 Titik Api di Sumbar
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, Jeni Andrian, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan titik api di Sumatera Barat.
Hingga pukul 11.00 WIB, Minggu (23/8), BMKG mendeteksi tujuh titik api di wilayah Sumatera Barat.
Menurut Jeni, jumlah tersebut relatif sedikit sehingga kondisi kabut asap yang terjadi di Padang dan sekitarnya diduga berasal dari wilayah lain.
“Udara yang terlihat kabur di wilayah Sumatera Barat merupakan kiriman dari wilayah tenggara dan selatannya Sumbar,” kata Jeni, Minggu (23/8/2026).
Angin Selatan-Tenggara Bawa Asap ke Padang
Jeni menjelaskan, analisis tersebut sejalan dengan kondisi angin yang terpantau bergerak dari arah selatan dan tenggara.
Pergerakan angin tersebut memungkinkan asap dari wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan terbawa menuju Sumatera Barat.
“Hal ini juga sejalan dengan pergerakan angin untuk saat ini dari selatan dan tenggara,” ujarnya.
BMKG mencatat wilayah Jambi dan Sumatera Selatan saat ini memiliki banyak titik api yang diduga berkaitan dengan karhutla.
“Wilayah Jambi dan Sumatera Selatan sudah terdapat banyak titik api,” kata Jeni.
Kondisi itu membuat asap dari wilayah tersebut berpotensi terbawa angin hingga Sumatera Barat. Padang dan wilayah sekitarnya kemudian terdampak meski titik api yang terdeteksi di Sumbar relatif sedikit.
BMKG Minta Warga Tidak Panik
Menghadapi kembali munculnya kabut asap, BMKG mengimbau masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, agar tidak panik atau cemas berlebihan.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi BMKG mengenai kondisi cuaca, titik panas, dan kualitas udara.
“Masyarakat tidak perlu panik atau cemas, tetap pantau informasi resmi dari BMKG,” ujar Jeni.
Informasi resmi tersebut penting agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan kondisi udara dan menentukan langkah antisipasi yang diperlukan.(*)
Editor : Hendra Efison