Kabut Asap Memburuk, 4.000 Anak PAUD-TK di Dharmasraya Belajar dari Rumah

Zulfia Anita • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:21 WIB
ilustrasi AI
ilustrasi AI

PADEK.JAWAPOS.COM— Sekitar 4.000 anak PAUD, TK, dan Kelompok Belajar (KB) di Kabupaten Dharmasraya diminta belajar dari rumah selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026, karena kualitas udara memburuk akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 420.1.2/Disdik/2026 yang ditandatangani Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Bobby Perdana Riza.

Penghentian pembelajaran tatap muka sementara ini belum diberlakukan untuk seluruh jenjang pendidikan. Dinas Pendidikan Dharmasraya memprioritaskan anak usia dini karena dinilai lebih rentan terhadap dampak buruk kualitas udara.

"Sementara fokus untuk tingkat PAUD dan TK dulu, sembari kita terus melihat perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara," ujar Bobby.

Menurutnya, kondisi kualitas udara menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan aktivitas pendidikan.

Pemerintah daerah tidak ingin kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal ketika anak-anak harus berhadapan dengan paparan asap.

Pembelajaran Tetap Berjalan dari Rumah

Bobby menegaskan, penghentian pembelajaran tatap muka bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan sepenuhnya.

Dinas Pendidikan meminta sekolah tetap memberikan kegiatan pembelajaran dari rumah dengan pendampingan orang tua. Guru diminta menyesuaikan materi dengan kondisi anak usia dini.

Kegiatan pembelajaran dapat dikemas dalam bentuk bermain edukatif yang fleksibel dan disampaikan melalui grup komunikasi antara sekolah dan orang tua.

Pola tersebut dipilih agar anak tetap mendapatkan stimulasi pendidikan tanpa harus datang ke sekolah selama kualitas udara belum sepenuhnya aman.

Dalam surat edaran itu, sekolah juga diminta segera menyampaikan informasi kepada seluruh wali murid.

Orang tua diharapkan memahami bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan anak, bukan sekadar perubahan jadwal belajar.

Orang Tua Diminta Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Selain mendampingi pembelajaran, orang tua diminta memastikan anak-anak lebih banyak berada di dalam rumah selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

Jika anak harus keluar rumah karena keadaan tertentu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kemungkinan anak menghirup udara yang tercemar asap.

Sekolah juga diminta terus berkomunikasi dengan wali murid mengenai perkembangan kebijakan pendidikan.

Jika kondisi udara memburuk, informasi dari pemerintah daerah akan menjadi dasar bagi sekolah untuk melakukan penyesuaian lebih lanjut.

"Kebijakan ini pada akhirnya menempatkan keselamatan dan kesehatan anak sebagai pertimbangan utama. Ruang kelas sementara berpindah ke rumah, guru tetap memberikan kegiatan edukatif, sedangkan orang tua mengambil peran lebih besar dalam mendampingi proses belajar," tegas Bobby.

Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya meminta seluruh satuan pendidikan melaksanakan surat edaran tersebut secara konsisten.

Pemerintah daerah kini menunggu perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. Jika kabut asap mereda, kegiatan belajar tatap muka dapat kembali berjalan sesuai rencana.

Namun, jika kualitas udara tetap buruk, opsi memperpanjang penghentian pembelajaran tatap muka bagi anak usia dini masih terbuka.(*)

Editor : Hendra Efison
kabut asap Dharmasraya 4.000 anak PAUD TK kualitas udara Dharmasraya Disdik Dharmasraya belajar dari rumah