LKC Dompet Dhuafa Dampingi 7 Posyandu, 140 Balita Dipantau Pascagalodo Agam

Hendra Efison • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:30 WIB
General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa, dr Yeni Purnamasari MKM.
General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa, dr Yeni Purnamasari MKM.

AGAM, PADEK.JAWAPOS.COM– Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa mendampingi pemulihan layanan kesehatan masyarakat pascabencana galodo di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Pendampingan tersebut mencakup tujuh Posyandu di empat jorong dengan melibatkan 42 kader. Salah satu fokus utama program ialah memastikan kesehatan kelompok rentan, termasuk bayi, balita, ibu hamil, dan lansia, tetap terpantau selama masa pemulihan.

General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa, dr. Yeni Purnamasari, MKM, mengatakan pendampingan dilakukan untuk membantu mengembalikan fungsi Posyandu sekaligus memperkuat kapasitas kader dan layanan kesehatan dasar masyarakat.

“Melalui Program Recovery Kebencanaan, LKC Dompet Dhuafa telah melakukan pendampingan selama enam bulan di Nagari Salareh Aia yang mencakup 7 Posyandu di 4 jorong dan 42 kader,” kata Yeni dalam Forum Diseminasi Program dan Penguatan Keberlanjutan Pemulihan Kesehatan Pascabencana di Nagari Salareh Aia, Kamis (27/8/2026).

Menurut dia, program tersebut mencakup pemulihan fungsi Posyandu, penguatan kapasitas kader, layanan kesehatan ibu dan anak, gizi, pemantauan kelompok rentan, serta penguatan sarana kesehatan.

140 Balita Terpantau Status Gizinya

Hasil pendampingan menunjukkan sebanyak 140 balita telah terpantau status gizinya. Selain itu, 19 dari 19 ibu hamil juga telah terpantau kondisi gizinya, sementara 135 lansia menjalani skrining kesehatan.

Partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut juga disebut meningkat. Dari sekitar 75 kehadiran pada awal pelaksanaan, jumlahnya meningkat menjadi 105 orang.

Pada program Pos Gizi, sebanyak 90 persen peserta dinyatakan lulus dengan kenaikan berat badan lebih dari 300 gram selama tiga bulan.

Selain pendampingan, LKC Dompet Dhuafa memberikan dukungan berupa antropometri kit, tensimeter, doppler, partus set, sarana dan prasarana Posyandu, buku kecakapan kader, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Pemulihan Layanan Kesehatan Berlanjut

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang Sumatera Barat, Novil Oksan Putra, mengatakan respons kemanusiaan dilakukan sejak fase tanggap darurat ketika masyarakat terdampak membutuhkan bantuan.

Setelah kondisi mulai pulih, kebutuhan masyarakat berkembang dari bantuan darurat menuju pemulihan fungsi layanan dasar dan penguatan kapasitas masyarakat.

“Setelah kondisi mulai berangsur pulih, kebutuhan masyarakat berkembang dari kebutuhan darurat menjadi kebutuhan untuk mengembalikan fungsi layanan dasar dan memperkuat kapasitas masyarakat,” ujar Novil.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, dr. Lovely Daisy, MKM, melalui sambutan video, mengapresiasi pendampingan Pos Gizi dan Posyandu yang dilakukan LKC Dompet Dhuafa.

Ia menilai keberlanjutan pendampingan penting untuk membantu memulihkan fungsi pelayanan kesehatan dasar, mempercepat pemulihan kesehatan keluarga, dan memberikan perlindungan bagi kelompok rentan pada masa transisi pascabencana.

Camat Palembayan Endrisasman mengatakan pemulihan kesehatan pascabencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat.

“Pemulihan pascabencana ini tidak boleh berhenti pada bantuan darurat semata, melainkan harus menjadi momentum untuk membangun kembali sistem kesehatan masyarakat yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” tuturnya.

Ia berharap praktik baik melalui Pos Gizi dan pendampingan Posyandu dapat terus berjalan dan diperkuat di tingkat kecamatan maupun nagari.

Sementara itu, kader Posyandu Salareh Aia, Efria Ernanda, mengaku terbantu dengan penguatan kapasitas yang diberikan LKC Dompet Dhuafa.

Menurutnya, dukungan tersebut membantu kader melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan masyarakat dengan lebih baik setelah bencana.

Penerima manfaat, Etramaiyeti, juga mengatakan program Pos Gizi membantu memperbaiki kondisi anaknya.

Ia berharap layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat tersebut dapat terus berjalan.

Forum yang digelar LKC Dompet Dhuafa menjadi ruang evaluasi terhadap respons dan pemulihan kesehatan pascabencana sekaligus mempertemukan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, masyarakat, dan mitra untuk memperkuat keberlanjutan layanan kesehatan di Salareh Aia.(*)

Editor : Hendra Efison
Dompet Dhuafa Sumbar LKC Dompet Dhuafa Posyandu Salareh Aia pascagalodo Agam pemulihan kesehatan Agam