PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM — Pertamina mendorong penguatan kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi untuk mempercepat transformasi energi Indonesia. Dorongan itu disampaikan dalam Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 Regional Sumatra di Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat.
Vice President Stakeholders Relation & Management PT Pertamina (Persero), Rifky Rahman Yusuf, mengatakan PGTC bukan sekadar agenda Pertamina hadir di kampus, tetapi menjadi ruang interaksi sekaligus jembatan kolaborasi antara industri dan akademisi.
Menurutnya, masa depan Indonesia tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah, industri, atau perguruan tinggi secara sendiri-sendiri. Sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan generasi muda diperlukan untuk menghadapi tantangan energi ke depan.
“Karena kami percaya masa depan Indonesia tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah, industri, ataupun perguruan tinggi sendiri. Kita membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan seluruh generasi muda,” ujar Rifky.
PGTC 2026 Dorong Gagasan Energi Masa Depan
Mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact”, PGTC 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan industri, kapasitas akademik, dan gagasan generasi muda.
Pertemuan tersebut diarahkan untuk mempercepat transformasi energi Indonesia sekaligus melahirkan inovasi yang memberikan dampak bagi masyarakat.
PGTC merupakan program Pertamina yang menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkompetisi, dan berkontribusi dalam berbagai isu energi.
Pada PGTC 2026, Pertamina menghadirkan dua jenis kompetisi. Pada tingkat nasional terdapat Energynovation Ideas Competition dan Energy Debate Championship yang berfokus pada ide, riset, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Sementara di tingkat regional, Energy AdSport Challenge menghadirkan berbagai kompetisi di bidang olahraga dan kreativitas, termasuk Advertising and Creative Competition serta aktivasi media sosial.
Untuk Regional Sumatra, rangkaian kegiatan digelar di Universitas Andalas, Sumatera Barat, pada 1-4 September 2026.
Mahasiswa Didorong Aktif di Isu Energi
Salah satu kompetisi yang menjadi bagian PGTC 2026 adalah Energy Debate Championship. Kompetisi dengan format British Parliamentary ini ditujukan bagi mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap isu energi.
Kompetisi tersebut mendorong peserta untuk berpikir kritis, menyampaikan argumentasi secara konstruktif, serta membahas berbagai topik strategis terkait energi, keberlanjutan, dan kebijakan nasional.
Kompetisi terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang D3 hingga S1 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dari Universitas Andalas, dua mahasiswa yang lolos seleksi adalah Ghufran Rabbir Rahman, dan Jhon Kahirul Harahap, keduanya dari Prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Melalui berbagai kompetisi tersebut, Pertamina membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan sekaligus memahami tantangan energi yang dihadapi Indonesia.
Kolaborasi Didorong Berujung Inovasi
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi yang menghadiri PGTC 2026 Regional Sumbar menilai pengembangan energi masa depan membutuhkan dukungan pengetahuan, teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia yang unggul.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal kolaborasi konkret antara Pertamina, Unand, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan dunia usaha dalam mengembangkan inovasi energi.
“Kami ingin setelah hari ini lahir banyak kolaborasi antara Pertamina, Universitas Andalas, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan dunia usaha. Mahasiswa harus diberikan ruang melakukan riset, dosen berinovasi, industri membuka ruang pengembangan teknologi, dan pemerintah memastikan inovasi tersebut diterapkan untuk kepentingan masyarakat,” kata Mahyeldi.
Menurutnya, Sumbar memiliki potensi energi terbarukan, termasuk energi angin. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan riset, investasi, teknologi, dan SDM agar dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mahyeldi juga mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan teknologi energi yang lebih bersih, efisien, mandiri, dan berkelanjutan.
Unand Siapkan Generasi Hadapi Transformasi
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, mengapresiasi Pertamina yang menjadikan kampus sebagai ruang kolaborasi antara akademisi dan industri.
Menurut Efa, PGTC penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi berbagai perubahan, termasuk di bidang energi, iklim, demografi, geopolitik, dan disrupsi teknologi.
“Bagaimana kita ikut menjadi bagian, menjadi inovator, menjadi peneliti, menjadi mahasiswa penggerak untuk menemukan solusi-solusi baru mengatasi perubahan iklim,” kata Efa.
PGTC 2026 di Unand dengan demikian tidak hanya menjadi wadah kompetisi mahasiswa, tetapi juga ruang mempertemukan gagasan akademik dengan kebutuhan industri.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda dalam melahirkan inovasi sekaligus mempercepat transformasi energi yang memberikan dampak bagi masyarakat.(*)
Editor : Hendra Efison