Lemhannas Goes to Campus Unand, Ace Hasan: Teknologi Harus Dikendalikan untuk Kepentingan Bangsa

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 00:13 WIB
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily saat Lemhannas Goes to Campus di Unand Padang. (Foto: Romi/Padek)
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily saat Lemhannas Goes to Campus di Unand Padang. (Foto: Romi/Padek)

PADEK.JAWAPOS.COM — Gubernur Lemhannas RI Dr TB Ace Hasan Syadzily mengingatkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengendalikan dan mengarahkannya untuk kepentingan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Ace Hasan saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Lemhannas Goes to Campus di di Convention Hall UNAND, Kamis (3/9/2026).

“Tumpuan masa depan bangsa ini ada pada anak muda,” tegas Ace Hasan di hadapan sivitas akademika dan mahasiswa.

Menurut Ace Hasan, Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan konflik bersenjata.

Perkembangan teknologi, ketergantungan pangan, kesehatan, hingga kualitas sumber daya manusia turut menentukan ketahanan sebuah bangsa.

“Kita harus menempatkan teknologi sebagai instrumen, bukan tujuan. Jangan sampai secara tidak sadar kita justru menjadi produk dari sistem yang kita ciptakan,” ujarnya.

Teknologi Harus Jadi Instrumen

Ace Hasan menilai perkembangan teknologi perlu diarahkan agar memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.

Generasi muda, khususnya mahasiswa, tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi perlu memahami perubahan dan mampu menentukan arah pemanfaatannya.

Ia mengatakan, kampus memiliki peran penting dalam membangun pengetahuan dan inovasi yang dapat memperkuat kemandirian Indonesia.

Menurutnya, ketahanan nasional memiliki cakupan yang luas dan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer.

Terdapat delapan aspek yang saling memengaruhi, yakni ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, sumber kekayaan alam, demografi, serta geografi.

Di antara berbagai aspek tersebut, kualitas manusia menjadi salah satu faktor penting. Kekayaan alam, kata Ace Hasan, tidak otomatis menjadi kekuatan apabila bangsa yang memilikinya tidak mampu mengolah dan memanfaatkannya.

Karena itu, mahasiswa didorong memahami geopolitik sekaligus memiliki kemampuan membaca perubahan dunia.

“Pemuda memiliki peran besar dalam menentukan ke mana arah negara ini,” katanya.

Perkuat Nilai Kebangsaan di Kampus

Ace Hasan mendorong perguruan tinggi memperkuat nilai kebangsaan di tengah perubahan dunia yang semakin cepat.

Menurutnya, nasionalisme tetap penting meski batas antarnegara semakin kabur. Penguatan nilai kebangsaan juga tidak harus dilakukan dengan meninggalkan identitas lokal.

Ia mencontohkan falsafah Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai salah satu nilai yang telah hidup di tengah masyarakat.

Ace Hasan juga menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan.

“Nilai-nilai Pancasila harus terus diinternalisasi dan menjadi bagian penting dalam pendidikan, termasuk melalui pembelajaran di perguruan tinggi,” katanya.

Riset Unand Didorong Jadi Produk

Rektor Unand Efa Yonnedi, PhD, menyampaikan sejumlah contoh pengembangan riset kampus yang diarahkan pada sektor strategis, termasuk ketahanan pangan, kesehatan, dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Salah satu potensi yang dikembangkan adalah gambir. Menurut Efa, penelitian terhadap komoditas khas Sumatera Barat tersebut diarahkan untuk menghasilkan berbagai produk turunan bernilai tambah, termasuk untuk kebutuhan obat-obatan dan pangan.

“Gambir memiliki banyak produk turunan yang masih bisa dikembangkan, baik untuk obat-obatan maupun makanan. Ini terus kita teliti, sehingga ke depan diharapkan akan semakin banyak produk yang dapat dihasilkan dari gambir,” kata Efa.

Unand juga mengembangkan Tinta Merah Putih serta berbagai produk hasil riset lainnya.

Di sektor kesehatan, sekitar 30 produk riset Unand telah tersedia dalam e-Katalog, termasuk reagent test untuk Tuberkulosis (TBC) dan Human Papillomavirus (HPV).

Hal tersebut menunjukkan bahwa upaya memperkuat ketahanan nasional juga dapat dilakukan melalui laboratorium dan ruang riset perguruan tinggi.

Efa menekankan hasil penelitian tidak seharusnya berhenti sebagai publikasi akademik. Riset perlu memiliki nilai guna dan masuk ke dalam ekosistem pemanfaatan sehingga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar.

Riset dan Pendidikan untuk Kemandirian

Lemhannas Goes to Campus di Unand menjadi ruang untuk membahas ketahanan nasional dari perspektif yang lebih luas, mulai dari kualitas sumber daya manusia, teknologi, riset, hingga pemanfaatan sumber daya lokal.

Pesan yang mengemuka adalah pentingnya membangun Indonesia melalui penguasaan manusia, pengetahuan, teknologi, dan sumber daya sendiri.

Rangkaian Dies Natalis ke-70 Unand yang turut diisi dengan penanaman pohon Andalas dan Tabebuya juga menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan kampus.

Pada akhirnya, tantangan yang lebih besar adalah memastikan riset dapat berkembang menjadi inovasi, inovasi menghasilkan produk, dan pendidikan melahirkan generasi yang tidak sekadar mengikuti perubahan, tetapi mampu menentukan arah perubahan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Lemhannas Goes to Campus Unand Padang ketahanan nasional teknologi ace hasan syadzily