Kabut Asap Padang Makin Pekat, PM2.5 Tembus 84 µg/m³

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 12:05 WIB
Kabut asap menyelimuti kawasan Simpang Tunggul Hitam, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Minggu (6/9/2026). Kualitas udara Padang masuk kategori tidak sehat. (Randi/Padek)
Kabut asap menyelimuti kawasan Simpang Tunggul Hitam, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Minggu (6/9/2026). Kualitas udara Padang masuk kategori tidak sehat. (Randi/Padek)

PADEK.JAWAPOS.COM— Konsentrasi partikulat halus PM2.5 di udara Kota Padang mencapai 84 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 15.00 WIB, Sabtu (5/9/2026). Pada waktu yang sama, konsentrasi PM10 juga menyentuh 99 µg/m³.

Data pemantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi partikel mengalami peningkatan pada rentang siang hingga sore hari.

Secara rata-rata, PM2.5 tercatat 61 µg/m³. Angka tersebut masuk kategori Tidak Sehat berdasarkan standar BMKG.

Sementara itu, konsentrasi rata-rata PM10 berada di angka 72 µg/m³ dan masih masuk kategori Sedang.

Kondisi tersebut menunjukkan kepekatan partikulat halus di udara tidak berlangsung pada satu angka yang sama sepanjang hari. Konsentrasi PM2.5 justru meningkat hingga mencapai 84 µg/m³ pada sore hari.

PM2.5 Masuk Kategori Tidak Sehat

Berdasarkan standar BMKG, konsentrasi PM2.5 pada rentang 55,5 hingga 150,4 µg/m³ masuk kategori Tidak Sehat.

Kondisi itu berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok yang lebih rentan terhadap paparan partikulat udara.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara memburuk.

"Masyarakat, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil dan warga yang memiliki penyakit asma atau gangguan pernapasan lainnya agar mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara sedang memburuk," ujar Hendri, Minggu (6/9/2026).

Warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel debu halus.

Hendri juga mengingatkan masyarakat memperbanyak minum air putih dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Jika muncul gangguan pernapasan atau iritasi mata yang diduga berkaitan dengan pencemaran udara, warga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan.

BPBD bersama instansi terkait, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan kondisi udara dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat.

Warga juga diminta mengikuti informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Kondisi udara yang memburuk di Padang dalam beberapa hari terakhir disebut berkaitan dengan kabut asap dari kebakaran lahan di sekitar wilayah tersebut serta faktor cuaca.(*)

Editor : Hendra Efison
kabut asap Padang kualitas udara Padang PM2.5 Padang udara tidak sehat Padang PM10 Padang