TANAHDATAR, PADEK.JAWAPOS.COM — Pompanisasi irigasi tenaga surya Batang Manganan di Nagari Tanjung Barulak, Tanahdatar, lahir dari pertemuan kebutuhan petani dengan inovasi Universitas Andalas (Unand) dan dukungan PLN UID Sumatera Barat.
Fasilitas yang berada di Jorong Padang Datar, Kecamatan Tanjung Emas, itu diresmikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”, Minggu (6/9/2026).
Gagasan tersebut bermula dari kebutuhan pengairan yang disampaikan Kelompok Tani Saiyo. Di sisi lain, Universitas Andalas telah mengembangkan prototype pompanisasi berbasis tenaga surya.
Pertemuan kebutuhan petani dengan inovasi perguruan tinggi itu kemudian mendapat dukungan PLN UID Sumatera Barat. Kolaborasi tersebut mendorong gagasan yang sebelumnya berupa prototype menjadi sistem pompanisasi tenaga surya yang dibangun di Batang Manganan pada 2026.
Sistem tersebut memanfaatkan energi matahari untuk menggerakkan pompa yang mengambil air dari Batang Manganan, kemudian mengalirkannya menuju lahan pertanian masyarakat.
Inovasi Unand Bertemu Kebutuhan Petani
General Manager PLN UID Sumatera Barat Ririn Rachmawardini mengatakan program tersebut menunjukkan bagaimana inovasi dan kebutuhan masyarakat dapat dipertemukan menjadi solusi nyata.
“Bagi PLN, program ini menunjukkan bagaimana inovasi dan kebutuhan masyarakat dapat dipertemukan menjadi solusi nyata. Ketika energi bersih dapat membantu petani mendapatkan akses air yang lebih baik, manfaatnya tidak berhenti pada fasilitas yang terbangun,” ujar Ririn.
Menurut Ririn, kolaborasi tersebut perlu terus dirawat agar manfaat fasilitas dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ia berharap keberadaan pompanisasi tenaga surya tidak hanya mendukung akses air bagi lahan pertanian Tanjung Barulak, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi dalam pembangunan fasilitas tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, pemerintah nagari, Unand, Kelompok Tani Saiyo, dunia usaha, serta berbagai unsur lainnya.
Masing-masing pihak mengambil peran sesuai kapasitas untuk menghadirkan solusi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, PLTS Batang Manganan menunjukkan energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“PLTS Batang Manganan adalah contoh bahwa energi terbarukan bukan sesuatu yang jauh dan abstrak. Ketika air dapat dialirkan ke sawah dengan energi matahari, yang kita bangun bukan hanya sistem pompa, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan produksi pertanian,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi berharap fasilitas tersebut terus dijaga dan dikembangkan sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya.
Peresmian itu turut dihadiri Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Sumatera Barat Achmad Dailimy, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdurrahman Hadi, Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto, Kepala Dinas SDA dan Bina Konstruksi Sumbar Rifda Suriani, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra, Kabid TJSL PT Semen Padang Nurwan, serta Direktur Kemahasiswaan Unand Dr. Eng. Dendi Adi Saputra.(*)
Editor : Hendra Efison