PADEK.JAWAPOS.COM—Semen Padang Bata Interlock atau SEPABLOCK mulai dilirik untuk digunakan dalam kegiatan perbaikan rumah korban bencana di Sumatera Barat pada 2027. Rencana tersebut disampaikan staf Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sumbar setelah melihat langsung produk inovasi PT Semen Padang di Festival Literasi Sumbar 2026.
Pengunjung dari Dinas Perkimtan Sumbar, Rima Senditya Gewe, mengatakan penggunaan SEPABLOCK untuk kegiatan tersebut masih menunggu proses dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Saat ini, rencana tersebut sedang diajukan untuk diproses.
“Kalau misalnya nanti lulus di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), SEPABLOCK digunakan untuk kegiatan perbaikan rumah untuk korban bencana. Sekarang sedang diajukan untuk diproses,” kata Rima.
Rima menilai SEPABLOCK menarik dari sisi bentuk dan biaya. Menurutnya, material tersebut berpotensi lebih hemat dibandingkan penggunaan bata biasa.
“Interlocking block atau SEPABLOCK ini cukup menarik, kalau dilihat dari bentukannya, ini kayaknya lebih hemat biaya dan kita tidak mengeluarkan dana yang lebih banyak daripada menggunakan bata biasa, serta juga lebih kokoh daripada menggunakan bata biasa,” ujarnya.
Gubernur Mahyeldi Sambangi Stan SEPABLOCK
SEPABLOCK dipamerkan dalam Festival Literasi Sumbar 2026 yang berlangsung di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat pada 8–11 September 2026.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Bunda Literasi Provinsi Sumbar Harneli Bahar turut menyambangi stan tersebut, Selasa (8/9/2026). Mahyeldi melihat maket instalasi SEPABLOCK dan menggali informasi mengenai keunggulan, proses pemasangan, serta pemanfaatannya sebagai material konstruksi untuk pembangunan hunian.
Festival tersebut mengangkat tema “Peranan Literasi dalam Menjaga Alam dan Melestarikan Budaya”. Dalam kunjungannya, Mahyeldi juga mendapatkan penjelasan mengenai sistem interlock, efisiensi waktu dan biaya pembangunan, serta aspek ramah lingkungan SEPABLOCK.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan respons pengunjung terhadap stan SEPABLOCK cukup positif. Pengunjung banyak menanyakan cara pemasangan, bahan baku, serta keunggulannya dibanding bata merah.
“Alhamdulillah, respons pengunjung sangat positif. Banyak yang penasaran dengan cara pemasangan, bahan baku, hingga keunggulan dibanding bata merah. Ini membuktikan masyarakat semakin terbuka terhadap inovasi konstruksi,” ujar Win.
SEPABLOCK Dikenalkan Lewat Festival Literasi
Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra menjelaskan SEPABLOCK dikembangkan sebagai material konstruksi dengan keunggulan dari sisi kecepatan, efisiensi biaya, estetika, dan ramah lingkungan.
Menurut Yelmi, pemasangan SEPABLOCK untuk rumah tipe 36 dapat diselesaikan sekitar tiga minggu dengan kebutuhan sekitar 4.000 keping SEPABLOCK, 35 zak semen, dan 60 batang besi ukuran 10 milimeter.
SEPABLOCK juga tidak melalui proses pembakaran seperti bata merah. Produk tersebut telah melalui cyclic atau lateral load test Kementerian PUPR sebagai bagian dari pengujian terhadap beban lateral.
Pengunjung lainnya, Busnaidi dari Dinas Sosial Provinsi Sumbar, juga mengaku tertarik setelah mendapatkan penjelasan mengenai SEPABLOCK.
“Setelah melihat dan mendengarkan penjelasan, menurut saya SEPABLOCK sangat bagus. Kalau nanti membangun rumah, saya berencana menggunakannya,” ujarnya.(*)
Editor : Hendra Efison