Hujan Lebat 11–13 September, Pemprov Sumbar Minta BPBD Perkuat Pemantauan

Hendra Efison • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 14:43 WIB
Ilustrasi AI
Ilustrasi AI

PADEK.JAWAPOS.COM— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meminta BPBD kabupaten dan kota memperkuat pemantauan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi pada 11 hingga 13 September 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi selaku Kepala BPBD Ex-Officio, meminta jajaran BPBD bersama seluruh unsur terkait memantau kondisi wilayah masing-masing. Ia juga meminta mereka memperkuat koordinasi agar dapat menyampaikan informasi dan melakukan penanganan dengan cepat ketika bencana terjadi.

Arry meminta masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan bencana, meningkatkan kewaspadaan. Hujan lebat yang berlangsung cukup lama dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di daerah rawan banjir dan longsor. Perhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera mengambil langkah penyelamatan apabila terjadi hujan lebat dalam waktu yang cukup lama,” ujar Arry Yuswandi di Padang, Jumat (11/9/2026).

Arry menilai masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dalam menghadapi ancaman bencana. Karena itu, ia meminta warga memantau perkembangan informasi cuaca, mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing, dan mengikuti arahan petugas kebencanaan ketika kondisi memburuk.

Ia juga meminta masyarakat segera meninggalkan lokasi berbahaya jika hujan berintensitas tinggi berlangsung lama, debit sungai mulai meningkat, atau warga melihat tanda-tanda pergerakan tanah maupun longsoran.

“Jika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama, debit sungai mulai meningkat, atau masyarakat melihat tanda-tanda pergerakan tanah maupun longsoran, segera menjauh dari lokasi berbahaya dan mencari tempat yang lebih aman. Jangan mengambil risiko,” tegasnya.

Pemprov Sumbar mengambil langkah kesiapsiagaan tersebut setelah Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau memprediksi potensi cuaca ekstrem di Sumbar dalam tiga hari ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, menjelaskan dinamika atmosfer yang sedang aktif turut mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumbar.

“Berdasarkan analisis, terdapat sejumlah faktor yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera Barat, di antaranya Gelombang Rossby Equatorial, daerah pertemuan arus angin atau konvergensi, serta belokan angin (shearline),” ujar Decky.

Decky juga menyebut anomali suhu muka laut di perairan barat Sumbar terpantau positif. Kondisi tersebut turut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara intensif di sejumlah wilayah Sumbar.

BMKG memetakan sejumlah wilayah dalam status SIAGA untuk periode 11 hingga 13 September 2026. Wilayah tersebut meliputi Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok.

Sementara itu, BMKG menetapkan status WASPADA untuk Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, Sijunjung, Dharmasraya, dan Solok Selatan serta wilayah sekitarnya.

Pemprov Sumbar juga meminta masyarakat memperbarui informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah. Masyarakat dapat mengakses informasi melalui aplikasi resmi InfoBMKG, akun Instagram @bmkgminangkabau, maupun layanan WhatsApp BMKG di nomor 0812-6812-5907.

Arry menegaskan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan sejak dini untuk mengurangi risiko bencana. Ia meminta warga tidak mengabaikan peringatan dini dan segera melaporkan bencana atau kondisi yang berpotensi membahayakan kepada petugas kebencanaan setempat.(*)

Editor : Hendra Efison
11–13 September 2026 pemprov sumbar bpbd sumbar hujan lebat Sumbar cuaca ekstrem