Gempa M6,5 di Kepulauan Seribu Jakarta Terasa hingga Padang, Ini Penjelasan BMKG

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 07:36 WIB
Gempa M6,5 di Kepulauan Seribu terasa hingga Padang, BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami. (Foto: BMKG)
Gempa M6,5 di Kepulauan Seribu terasa hingga Padang, BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami. (Foto: BMKG)

PADEK.JAWAPOS.COM — Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Laut Jawa, tepatnya di sekitar Pantai Timur Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (12/9/2026) pukul 04.23.55 WIB. Getarannya dirasakan hingga sejumlah wilayah Sumatera Barat, termasuk Padang.

Berdasarkan hasil analisis BMKG yang disampaikan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., gempa yang awalnya diinformasikan berkekuatan magnitudo 5,9 tersebut memiliki parameter update magnitudo M6,5 dengan kedalaman 368 kilometer.

Pusat gempa berada pada koordinat 5,24 derajat Lintang Selatan dan 106,78 derajat Bujur Timur, sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa tersebut merupakan gempa bumi dalam atau deep intraslab earthquake dengan mekanisme sumber berupa oblique normal.

"Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal)," kata Wijayanto, dalam keterangan resminya, Sabtu (12/9/2026).

Dirasakan hingga Sumatera Barat

Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda. Intensitas IV MMI tercatat di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus.

Sementara itu, intensitas III MMI dirasakan di Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap.

Getaran dengan intensitas II–III MMI juga dirasakan di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.

Adapun intensitas II MMI dirasakan di Lemong, Semaka, dan Bengkunat.

Di Padang, sejumlah warga dilaporkan merasakan getaran hingga terbangun dari tidur. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan sejumlah warga karena pusat gempa berada cukup jauh dari Sumatera Barat.

"Kok terasa kuat juga ya di Padang? Padahal, di Kepulauan Seribu," tanya Al Imran, seorang warga di WhatsApp Grup BMKG Sumbar.

"Terasa sampai ke Padang, jarang terjadi ini, karena jarak Kepulauan Seribu dengan Padang sangat jauh sekitar 865 km (garis lurus di peta). Semoga baik2 saja semua," tambah seorang warga lainnya, Akmal.

Sementara itu, Rini, yang juga warga Padang juga bertanya kenapa di dalam rilis BMKG justru tidak tercatat gempa dirasakan di Jabodetabek, yang notabene lebih dekat dari sumber gempa.

"Di Jabodetabek banyak yang tidak terasa. Laporan gempa BMKG juga tidak memuat gempa dirasakan di Jabodetabek," kata Rini.

Mengapa Gempa Jauh Bisa Dirasakan di Padang?

Stasiun Geofisika Padangpanjang menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong gempa dalam dengan kedalaman 368 kilometer.

Pada gempa dengan kedalaman seperti itu, energi gempa dapat menyebar melalui lapisan bumi dalam dan dirasakan pada wilayah yang berada cukup jauh dari pusat gempa.

Di sekitar pusat gempa, getaran tidak selalu dirasakan kuat karena energi menyebar lebih luas dan melemah ketika merambat melalui lapisan bumi..

Tidak Ada Gempa Susulan hingga Pukul 05.00 WIB

Hingga pukul 05.00 WIB, BMKG menyatakan belum terdapat gempa susulan dari kejadian tersebut.

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.

Informasi resmi mengenai gempa dan aktivitas kebencanaan dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, yakni akun @infoBMKG, situs bmkg.go.id, InaTEWS, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG.(*)

Editor : Heri Sugiarto
gempa Kepulauan Seribu gempa terasa hingga Padang Gempa laut jawa bmkg gempa padang