PADEK.JAWAPOS.COM—Fakta baru terungkap dalam penelusuran kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya menimpa siswa MTsN 1 Model Pariaman. Makanan dari penyedia atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama ternyata juga ditarik dari TK Al Fauzan Pariaman sebelum sempat dikonsumsi para murid.
Kepala TK Al Fauzan Pariaman, El Fatihah, mengungkapkan sekolahnya menerima pasokan makanan MBG sekitar pukul 08.00 WIB.
Penyedia MBG untuk TK Al Fauzan diketahui sama dengan penyedia yang menyalurkan makanan ke MTsN 1 Pariaman.
Sesuai prosedur internal sekolah, makanan tersebut tidak langsung dibagikan kepada siswa.
Salah seorang guru bernama Yesi terlebih dahulu mencicipi menu yang diantarkan.
“Sesuai kebiasaan, sebelum disajikan kepada anak-anak, makanan dicicipi dulu oleh guru. Baru beberapa gigitan, Ibu Yesi merasakan aromanya sudah tidak sedap,” ujar El Fatihah kepada Padang Ekspres.
Tak lama setelah mencicipi makanan tersebut, Yesi mengalami mual, pusing, hingga muntah.
Melihat kondisi itu, El Fatihah segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak SPPG.
Sekitar pukul 08.30 WIB, pihak penyedia memutuskan menarik kembali seluruh porsi makanan dari TK Al Fauzan.
Langkah tersebut membuat seluruh siswa TK terhindar dari potensi keracunan.
Pihak sekolah memastikan tidak ada murid yang mengalami gejala mual atau muntah karena makanan belum sempat dibagikan.
Sementara itu, Yesi yang berdomisili di Padang memilih langsung pulang dan melakukan pengobatan mandiri atas keluhan mual dan pusing yang dialaminya. (nia)
Editor : Hendra Efison