Wamenkes Ungkap Program Rp120 Triliun, 441 RSUD Ditargetkan Direvitalisasi Mulai 2026

Hendra Efison • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 08:00 WIB
Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus saat menghadiri agenda penguatan layanan kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Jumat (18/9/2026).
Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus saat menghadiri agenda penguatan layanan kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Jumat (18/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM—Kementerian Kesehatan menyiapkan program pembangunan dan revitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai kabupaten/kota mulai 2026. Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menyebut program tersebut didukung anggaran mencapai Rp120 triliun.

Benjamin mengatakan penguatan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu agenda pemerintah untuk meningkatkan layanan kesehatan di berbagai daerah.

Program tersebut mencakup pembangunan dan revitalisasi fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

“Di bawah arahan bapak Presiden Prabowo, Kementerian Kesehatan tengah mendorong penguatan fasilitas pelayanan kesehatan melalui berbagai program pembangunan dan revitalisasi yang ada di seluruh Indonesia,” kata Benjamin saat menghadiri Presentasi Progress Interferon Gamma Release Assay (IGRA) di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Jumat (18/9/2026).

Menurut Benjamin, pemerintah menargetkan 441 RSUD masuk dalam program pembangunan dan revitalisasi yang mulai berjalan pada 2026. Ia menyebut total anggaran program tersebut mencapai Rp120 triliun.

Selain RSUD, Kementerian Kesehatan menyiapkan program renovasi 10.000 puskesmas yang tersebar di 7.285 kecamatan. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

“Selain itu, kita juga menargetkan renovasi 10.000 puskesmas di 7.285 kecamatan mulai Tahun 2027 mendatang,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan juga menargetkan pembangunan 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di 514 kabupaten/kota. Program tersebut ditargetkan selesai paling lambat pada 2030.

Benjamin menyampaikan penguatan fasilitas kesehatan perlu berjalan bersama kolaborasi lintas sektor.

Dalam kunjungannya ke RSUP Dr. M. Djamil, ia juga menyoroti dukungan infrastruktur dasar berupa sumur bor yang dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V.

Sumur bor tersebut memiliki kedalaman 124 meter dan ditujukan untuk mendukung penanganan darurat pascabencana sekaligus memperkuat layanan dasar, khususnya penyediaan air bersih bagi rumah sakit rujukan regional.

Pada kesempatan tersebut, RSUP Dr. M. Djamil juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan sejumlah instansi dan mitra bidang kesehatan, termasuk Badan POM RI, PT Bio Farma, dan PT Kimia Farma.

Program penguatan fasilitas kesehatan tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperluas dan meningkatkan dukungan infrastruktur pelayanan kesehatan di daerah.(*)

Editor : Hendra Efison
441 RSUD revitalisasi rumah sakit kementerian kesehatan layanan kesehatan Wamenkes