Bakteri Staphylococcus pada Ayam dan Bacillus cereus pada Nasi Ditemukan dalam MBG Pariaman

ZikriNiati ZN • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 18:50 WIB
Hasil uji BBPOM Padang menemukan bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus pada sampel MBG yang dikonsumsi siswa MTsN 1 Pariaman. (Ilustrasi AI)
Hasil uji BBPOM Padang menemukan bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus pada sampel MBG yang dikonsumsi siswa MTsN 1 Pariaman. (Ilustrasi AI)

PADEK.JAWAPOS.COM—Penyebab mual, muntah, dan sesak napas yang dialami 123 siswa MTsN 1 Kota Pariaman pada Senin (14/9) lalu akhirnya terkuak.

Hasil uji laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang memastikan adanya cemaran bakteri pada sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi para siswa.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Rudy Rillis menyampaikan laporan hasil pengujian laboratorium BBPOM di Padang terhadap sampel makanan dari program MBG yang dikelola SPPG Pasir, Kota Pariaman.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium tersebut, sampel nasi putih tidak memenuhi persyaratan mikrobiologi untuk parameter bakteri Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus. Sementara itu, sampel ayam tepung tidak memenuhi persyaratan untuk parameter Staphylococcus aureus.

Akibatnya, kedua sampel makanan tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi.

Dinkes Telusuri Proses Pengolahan MBG

Kabid Promosi Kesehatan dan Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Susrikawati, menjelaskan detail temuan bakteri pada menu MBG tersebut.

Bakteri Staphylococcus aureus umumnya terdapat pada bahan makanan seperti ayam dan telur. Bakteri ini relatif kuat, tetapi biasanya akan mati jika diolah atau dimasak pada suhu di atas 100 derajat Celsius.

Secara umum, kontaminasi bakteri pada menu MBG tersebut diduga kuat bersumber dari ketidak- higienisan selama proses pengolahan makanan oleh penjamah makanan. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan sejumlah murid MTsN 1 Kota Pariaman mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin, 14 September 2026.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Pariaman terus melakukan penelusuran (tracking) terhadap alur pengolahan makanan di dapur SPPG Pasir Pariaman.

Namun, proses pengawasan dan rekam jejak pengolahan mengalami kendala. Dari 16 titik CCTV yang seharusnya terpasang di area dapur SPPG, hanya delapan unit yang berfungsi dan aktif.

Kondisi ini menyebabkan momen krusial, seperti saat masuknya stok bahan baku ayam, tidak terekam dengan jelas. Meski demikian, tim Dinkes tetap melanjutkan tracking secara mendalam guna memastikan penyebab pasti serta mengusut tuntas kasus keracunan makanan tersebut. (nia)

Editor : Hendra Efison
MTsN 1 Pariaman Staphylococcus aureus Bacillus cereus bbpom padang MBG Pariaman