BMKG Masih Peringatkan Hujan Lebat, Gunung Talang Masuk Wilayah Potensi Cuaca Ekstrem

Dila Kartika Sari • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 09:54 WIB
Kondisi kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, setelah galodo menerjang kompleks perkantoran pemerintah pada Senin malam (21/9/2026).
Kondisi kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, setelah galodo menerjang kompleks perkantoran pemerintah pada Senin malam (21/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM— Hujan yang sempat mengguyur kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, telah reda pada Selasa (22/9/2026) pagi. Namun, BMKG Sumatera Barat masih mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, termasuk di Kecamatan Gunung Talang.

Peringatan dini tersebut diperbarui BMKG pada pukul 08.40 WIB. Potensi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung mulai pukul 08.50 WIB hingga 10.50 WIB.

Gunung Talang masuk wilayah Kabupaten Solok yang disebut dalam peringatan tersebut. Selain Gunung Talang, potensi hujan sedang hingga lebat juga mencakup Danau Singkarak, Pantai Cermin, Lembah Gumanti, Hiliran Gumanti, dan Danau Kembar.

Peringatan tersebut menjadi perhatian setelah banjir bandang atau galodo menerjang kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Senin (21/9/2026) malam.

Galodo menyebabkan sejumlah warga luka, merusak kantor pemerintahan dan kendaraan, serta membuat puluhan warga mengungsi.

BMKG menyebut potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang juga dapat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

Daerah yang masuk wilayah potensi pada Selasa pagi antara lain Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanahdatar, Agam, Limapuluh Kota, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, dan Kota Payakumbuh.

Untuk wilayah yang berpotensi terdampak meluas, BMKG mencantumkan Kabupaten Padang Pariaman, Pasaman, Solok Selatan, serta sejumlah wilayah lain di Sumatera Barat. Kota Padangpanjang juga masuk wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut.

BMKG mengingatkan bahwa peringatan dini cuaca merupakan produk nowcasting. Informasi ini menggambarkan kondisi cuaca saat ini dan prakiraan cuaca ekstrem dalam jangka pendek, yakni untuk periode 0–6 jam ke depan.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat di wilayah yang masuk peringatan dini diminta tetap memperhatikan perkembangan cuaca dan mengikuti informasi resmi BMKG, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan.(*)

Editor : Hendra Efison
Galodo Solok gunung talang cuaca ekstrem bmkg sumbar kabupaten solok