PADEK.JAWAPOS.COM — Akademisi Universitas Andalas (Unand) mendorong pengujian lanjutan terhadap Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) menggunakan shaking table untuk memperkuat pembuktian teknis kemampuan bangunan menghadapi getaran.
Dorongan itu disampaikan Kepala Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Unand Ir. Sabril Haris HG, Ph.D. saat meninjau rumah contoh dan area mock-up konstruksi SEPABLOCK di Padang, Selasa (22/9/2026).
Menurut Sabril, pengujian menggunakan shaking table dapat melihat respons satu unit bangunan secara utuh ketika menerima getaran berintensitas tinggi.
Pengujian tersebut dinilai penting untuk melengkapi data teknis SEPABLOCK, terutama untuk penerapan konstruksi di wilayah rawan gempa seperti Sumatera Barat.
“Inovasi SEPABLOCK sangat potensial menjadi solusi konstruksi rawan gempa. Untuk melengkapi data teknis yang komprehensif, pengujian menggunakan shaking table (meja getar) dapat dilakukan guna melihat respons utuh bangunan saat menerima getaran berintensitas tinggi,” ujar Sabril.
Dalam kunjungan tersebut, Sabril juga mengamati langsung susunan bata interlock pada rumah contoh. Ia menyebut konsep konstruksi SEPABLOCK memiliki tingkat kepraktisan dan presisi yang baik.
Kunjungan itu turut dihadiri Guru Besar Teknik Sipil Unand Prof. Dr. Eng. Ir. Jafril Tanjung, MT., IPU., ASEAN.Eng., yang selama ini ikut terlibat dalam pengembangan produk SEPABLOCK.
Kepala Unit Produksi Bata Interlock Presisi (BIP) & Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra menyambut positif masukan dari akademisi Unand tersebut.
Yelmi mengatakan SEPABLOCK sebelumnya telah menjalani pengujian siklik (lateral load test) di Kementerian PUPR. Hasil pengujian tersebut, kata dia, menempatkan SEPABLOCK dalam kategori ramah gempa.
“Sistem saling mengikat antarbata terbukti membuat struktur dinding tetap kokoh dan stabil saat terjadi guncangan,” ungkap Yelmi. (*)
Editor : Hendra Efison