Serangan Drone Picu Kebakaran Pesawat, 228 Personel Uji Kesiapan Darurat di BIM

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 16:30 WIB
Petugas mengevakuasi korban dengan menggotongnya melalui tangga pesawat dalam simulasi keadaan darurat skala penuh di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (23/9/2026).
Petugas mengevakuasi korban dengan menggotongnya melalui tangga pesawat dalam simulasi keadaan darurat skala penuh di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (23/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM—Sebanyak 228 personel lintas instansi menguji kesiapan penanganan keadaan darurat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (23/9/2026). Simulasi menggunakan skenario serangan drone rakitan yang berujung pada kebakaran pesawat dan penanganan korban.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau menggelar latihan melalui Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE) 2026 berskala penuh.

Personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur yang tergabung dalam Komite Keselamatan Bandar Udara dan Komite Keamanan Bandar Udara.

Skenario dimulai ketika armada penerbangan Minangkabau Air (mock-up) baru mendarat dan tengah menjalani proses penurunan penumpang atau disembark.

Saat proses tersebut berlangsung, sebuah drone rakitan disimulasikan menyerang pesawat.

Drone kemudian digambarkan menghantam bagian pesawat. Benturan tersebut memicu kebakaran sehingga situasi berkembang menjadi keadaan darurat yang mengancam keselamatan penumpang dan operasional bandara.

Petugas langsung bergerak menangani insiden. Tim pemadam berupaya mengendalikan api, sementara personel penyelamat mengevakuasi penumpang dari pesawat dan membawa korban ke area penanganan.

Dalam skenario tersebut, sejumlah penumpang mengalami luka, mulai dari luka berat hingga luka ringan.

Petugas kemudian mengelompokkan korban berdasarkan tingkat keparahan cedera untuk menentukan penanganan berikutnya.

Pada saat yang sama, unsur keamanan melakukan sterilisasi dan pengamanan area.

Rangkaian tindakan tersebut menguji komunikasi dan koordinasi antarpihak sejak insiden terjadi hingga penanganan korban.

General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, mengatakan latihan skala penuh tersebut bertujuan memastikan seluruh pihak memahami peran dan tanggung jawab masing-masing saat menghadapi keadaan darurat.

“Yang diuji bukan hanya kecepatan respons, tetapi juga komunikasi, koordinasi, evakuasi, pertolongan terhadap korban, pemadaman kebakaran, dan pengamanan area,” tutur Dony.

Menurutnya, simulasi juga menjadi sarana evaluasi terhadap dokumen Airport Emergency Plan (AEP), kesiapan sumber daya manusia, serta sarana pendukung penanggulangan bencana di bandara.

Kendala yang ditemukan selama latihan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki prosedur dan pola koordinasi antarinstansi.

“Melalui AEE dan ACE Skala Penuh 2026 ini diharapkan semakin memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur komite,” tambah Dony.

Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) menjaga kesiapan aspek keselamatan dan keamanan di Bandara Internasional Minangkabau.(*)

Editor : Hendra Efison
Serangan Drone simulasi darurat Airport Emergency Exercise bim Bandara Internasional Minangkabau