PADEK.JAWAPOS.COM– Jumlah pelanggan yang dilayani Stasiun Lubuk Alung terus meningkat. Hingga Semester I 2026, volumenya mencapai 132.054 pelanggan, atau naik sekitar 53,51 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik serta perkembangan frekuensi perjalanan kereta api di wilayah tersebut.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, mengatakan peningkatan volume pelanggan dan frekuensi perjalanan menunjukkan semakin pentingnya Stasiun Lubuk Alung dalam mendukung mobilitas masyarakat.
“Pertumbuhan pelanggan di Stasiun Lubuk Alung berjalan seiring dengan peningkatan frekuensi perjalanan dan pengembangan pola operasi kereta api. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus berkembang,” ujar Reza.
Pelanggan Stasiun Lubuk Alung Terus Bertambah
Berdasarkan catatan KAI Divre II Sumatera Barat, jumlah pelanggan Stasiun Lubuk Alung menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Semester I 2021, tercatat 23.268 pelanggan.
Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 40.418 pelanggan pada 2022, lalu 63.702 pelanggan pada 2023. Pada 2024, volumenya kembali bertambah menjadi 77.702 pelanggan dan mencapai 86.020 pelanggan pada 2025.
Sementara itu, hingga Semester I 2026 jumlah pelanggan telah mencapai 132.054 orang. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 53,51 persen dibandingkan Semester I 2025.
Pertumbuhan pelanggan tersebut berlangsung seiring dengan perkembangan frekuensi perjalanan kereta api di wilayah Divre II Sumatera Barat. Pada 2021, KA Pariaman Ekspres melayani delapan perjalanan kereta api per hari.
Sejak 2025 hingga saat ini, frekuensi KA Pariaman Ekspres meningkat menjadi 10 perjalanan per hari. Selain itu, pola operasi KA Lembah Anai juga mengalami perubahan dari sebelumnya melayani relasi Kayu Tanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pulang-pergi menjadi Kayu Tanam–Padang pulang-pergi.
Stasiun Lubuk Alung Jadi Simpul Mobilitas
Stasiun Lubuk Alung menjadi salah satu titik yang dilalui berbagai layanan kereta api pada koridor Lubuk Alung–Duku, Lubuk Alung–Pariaman, serta Lubuk Alung–Kayu Tanam.
Dengan posisi tersebut, stasiun ini mendukung pergerakan masyarakat dari kawasan Padang Pariaman menuju Padang, Pariaman, maupun wilayah Kayu Tanam dan sekitarnya.
Reza mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian KAI untuk terus memastikan aspek keselamatan, keandalan operasional, serta kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Bagi KAI, kondisi ini menjadi dorongan untuk terus memastikan aspek keselamatan, keandalan operasional, serta kualitas pelayanan kepada pelanggan,” katanya.
Selain layanan perjalanan kereta api, KAI juga melihat potensi pengembangan kawasan Stasiun Lubuk Alung melalui pemanfaatan aset perusahaan secara produktif.
Salah satunya berupa optimalisasi lahan di lingkungan sekitar pasar rakyat untuk kegiatan komersial dengan tetap memperhatikan ketentuan dan aspek keselamatan perkeretaapian.
KAI juga menyebut potensi pengembangan area parkir serta penyediaan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik sebagai bagian dari dukungan terhadap ekosistem transportasi yang lebih modern dan berkelanjutan.
Di sisi lain, keberadaan Klinik Mediska menjadi bagian dari ekosistem layanan KAI di kawasan Lubuk Alung. Fasilitas kesehatan tersebut dapat mendukung kebutuhan layanan kesehatan bagi pekerja maupun masyarakat sesuai dengan layanan yang tersedia.
“Pengembangan Stasiun Lubuk Alung tidak hanya kami lihat dari sisi perjalanan kereta api, tetapi juga dari potensi kawasan dan layanan pendukungnya,” tutup Reza.(*)
Editor : Hendra Efison