PADEK.JAWAPOS.COM — Mantan Menteri Sosial Republik Indonesia Bachtiar Chamsyah meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (24/9) pukul 19.20 WIB. Ia wafat dalam usia 80 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan sejumlah pihak, di antaranya Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono dan politikus PPP Achmad Baidowi.
Muhammad Iqbal, putra almarhum yang juga Wakil Bupati Agam, mengatakan jenazah Bachtiar Chamsyah direncanakan disemayamkan di rumah duka di Jalan Puspitek Raya, Gang Samping Kelurahan Setu, RT 014/RW 04, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.
"Jenazah almarhum direncanakan disemayamkan di rumah duka. Pemakaman direncanakan pada Jumat (25/9) setelah salat Jumat," kata Iqbal kepada Padek.Jawapos.com melalui telepon.
Bachtiar Chamsyah merupakan tokoh senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memiliki perjalanan panjang di dunia politik dan pemerintahan.
Ia dipercaya menjadi Menteri Sosial pada era Presiden Megawati Soekarnoputri melalui Kabinet Gotong Royong pada 2001 hingga 2004.
Setelah itu, Bachtiar kembali dipercaya menduduki jabatan yang sama pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Kabinet Indonesia Bersatu sejak 2004 hingga 2009. Ia memimpin Departemen Sosial selama dua periode pemerintahan berturut-turut.
Selama menjadi Menteri Sosial, Bachtiar berkecimpung dalam penanganan persoalan kesejahteraan sosial, termasuk program penanggulangan kemiskinan, bantuan sosial, serta penanganan masyarakat yang terdampak bencana dan membutuhkan perlindungan sosial.
Sebelum menjadi menteri, Bachtiar juga memiliki pengalaman di dunia politik dan parlemen. Ia pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PPP dan dikenal sebagai salah seorang politikus senior partai tersebut.
Bachtiar lahir di Sigli, Aceh, pada 31 Desember 1945. Ia memiliki darah Minangkabau dari orangtuanya yang berasal dari Bayua, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Kepergian Bachtiar Chamsyah meninggalkan duka bagi keluarga, kolega, serta berbagai kalangan yang pernah bersentuhan dengan kiprahnya di pemerintahan maupun politik.
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menyampaikan duka cita dan mengajak seluruh keluarga besar PPP mendoakan almarhum serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal ibadahnya diterima," demikian doa yang disampaikan atas kepergian mantan Menteri Sosial tersebut. (*)
Editor : Hendra Efison