Wapres Gibran Minta Huntap Korban Galodo Arosuka Solok Dibangun di Lokasi Aman

Dila Kartika Sari • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 18:30 WIB
Wapres Gibran memastikan rumah korban galodo Solok dibangun kembali, dengan lokasi hunian ditentukan pemerintah daerah di tempat lebih aman.
Wapres Gibran memastikan rumah korban galodo Solok dibangun kembali, dengan lokasi hunian ditentukan pemerintah daerah di tempat lebih aman.

PADEK.JAWAPOS.COM—Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan rumah warga terdampak banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, akan dibangun kembali. Namun, lokasi hunian akan ditentukan pemerintah daerah di tempat yang lebih aman dari risiko bencana.

Hal itu disampaikan Gibran saat mengunjungi warga yang mengungsi di Posko Pengungsian Balai Pemuda Kayu Aro, Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Jumat (25/9/2026).

Saat berdialog dengan warga, Gibran menegaskan pemerintah akan menindaklanjuti pendataan rumah yang terdampak. Rumah warga yang sudah didata akan dibangun kembali, dengan lokasi hunian ditentukan pemerintah daerah.

“Ibu, rumahnya sudah didata. Nanti akan kami bangun kembali. Lokasinya akan ditentukan Bupati di tempat yang lebih aman,” ujar Gibran kepada salah seorang warga.

Selain rumah, Gibran meminta kerugian akibat bencana yang mencakup lahan pertanian dan hewan ternak segera didata. Pendataan tersebut diperlukan agar proses pemulihan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

“Terkait rumah dan lahan pertanian milik warga yang mengalami kerusakan, saat ini sedang dilakukan pendataan. Segera sampaikan kepada petugas di lapangan terkait rumah, lahan pertanian, hewan ternak yang jadi imbas akibat bencana,” katanya.

Gibran menyatakan pemerintah akan melakukan penggantian dan pemulihan terhadap dampak yang dialami masyarakat akibat bencana.

Penentuan lokasi hunian kembali menjadi bagian penting dalam proses pemulihan warga terdampak. Gibran menekankan lokasi yang dipilih harus lebih aman agar masyarakat tidak kembali menghadapi risiko bencana serupa.

Selain persoalan tempat tinggal, Gibran meminta pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan administrasi warga yang dokumennya hilang atau rusak akibat banjir bandang. Pengurusan kembali dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) perlu segera dikoordinasikan.

“Selain rumah, perlu ditindaklanjuti penanganan administrasi dokumen-dokumen, KK, KTP. Itu nanti Pak Bupati harus koordinir, ya,” ujar Gibran.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran juga meninjau Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Solok di Lapangan Kantor Bupati Solok. Ia kemudian melihat kondisi sejumlah rumah warga terdampak di Desa Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang.

Rumah-rumah tersebut masih dalam proses pembersihan material banjir. Gibran juga berdialog dengan warga untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka setelah bencana.

Banjir bandang menerjang wilayah Arosuka pada Senin malam (21/9/2026) setelah hujan berintensitas tinggi. Berdasarkan perkembangan terbaru, bencana tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Dalam penanganan pascabencana, pemerintah juga menyiapkan proses pemulihan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat.

Penentuan hunian yang lebih aman menjadi salah satu bagian penting agar pemulihan tempat tinggal tidak kembali menempatkan warga pada kawasan berisiko bencana.(*)

Editor : Hendra Efison
Galodo Solok hunian aman banjir bandang Solok Rumah Korban Bencana gibran