PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat memiliki Galeri Kekayaan Intelektual “Indi-Geo M” yang menjadi galeri berbasis indikasi geografis pertama dan satu-satunya di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum di Indonesia.
Galeri tersebut diresmikan Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenkum Sumbar Dr. Alpius Sarumaha, S.H., M.H., Senin (28/9/2026). Galeri “Indi-Geo M” terintegrasi dengan Kedai Kopi Ruang Tunggu.
Kehadiran galeri ini diarahkan untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan komoditas unggulan yang memiliki daya saing.
Alpius mengatakan, galeri tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai berbagai produk unggulan daerah yang memiliki kekayaan intelektual.
“Efisiensi tidak menghalangi aparatur sipil negara untuk terus berkreasi dalam menghadirkan pelayanan publik,” kata Alpius.
Galeri “Indi-Geo M” menampilkan tujuh komoditas Sumatera Barat yang telah memperoleh sertifikasi Indikasi Geografis. Di antaranya Bareh Solok, Songket Silungkang, dan Kopi Arabika Minang Solok.
Selain tujuh produk yang telah tersertifikasi, galeri tersebut juga memperkenalkan puluhan produk Minangkabau lainnya yang saat ini terus didorong untuk mendapatkan pendaftaran kekayaan intelektual.
Pembangunan galeri dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Pembangunannya tidak menggunakan alokasi APBN maupun DIPA.
Kehadiran “Indi-Geo M” juga menjadi bagian dari upaya Kanwil Kemenkum Sumbar dalam mempromosikan dan melindungi kekayaan intelektual komunal.
Langkah tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 89 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan pelayanan publik serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Melalui galeri tersebut, produk dan kekayaan intelektual daerah tidak hanya diperkenalkan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi mengenai pentingnya perlindungan aset budaya dan komoditas unggulan Sumatera Barat.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Alpius Sarumaha, Senin (28/9/2026). Galeri ini diharapkan memperkuat pelayanan publik yang nyaman, informatif, inklusif sekaligus mendukung pelestarian aset daerah.(*)
Editor : Hendra Efison