PADEK.JAWAPOS.COM— Pertamina Patra Niaga menyiapkan mekanisme pengaduan bagi masyarakat di Sumatera Barat yang mengalami kendala setelah melakukan pengisian BBM, termasuk Pertalite.
Konsumen dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135. Untuk memudahkan proses pemeriksaan, masyarakat diminta melengkapi sejumlah informasi pendukung terkait pengisian BBM.
Informasi yang perlu disampaikan meliputi identitas konsumen, lokasi SPBU, waktu pengisian, jenis produk BBM yang digunakan, serta bukti transaksi atau struk pembelian.
Selain melalui Pertamina Contact Center 135, Pertamina Patra Niaga juga menyiagakan seluruh SPBU di Sumatera Barat untuk menerima pengaduan secara langsung.
Konsumen dapat menyampaikan keluhan di SPBU tempat terakhir melakukan pengisian BBM. Selanjutnya, laporan akan dicatat dan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pelayanan.
“Bagi kami, setiap informasi dari masyarakat penting untuk ditindaklanjuti. Karena itu, kami tidak hanya melakukan pengecekan terhadap kualitas produk, tetapi juga menyiapkan mekanisme pengaduan agar konsumen yang mengalami kendala dapat menyampaikan informasi secara langsung dan kami dapat melakukan pemeriksaan berdasarkan data yang disampaikan,” ujar Fahrougi.
Pertamina Lakukan Pemeriksaan Bertahap
Pembukaan kanal pengaduan tersebut dilakukan di tengah pengecekan kualitas Pertalite menyusul informasi dan keluhan masyarakat mengenai kendala kendaraan setelah pengisian BBM di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Retail Sumatera Barat sebelumnya telah mengambil sampel Pertalite dari sejumlah SPBU di Kota Padang dan Kabupaten Agam untuk dilakukan pengujian.
Pertamina juga melakukan pengecekan langsung di SPBU 14.251.507 Gunung Pangilun, Kota Padang, Senin (28/9). Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah dan Babinsa.
Berdasarkan pemeriksaan awal, sampel Pertalite yang diuji disebut sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan, termasuk dari sisi density dan tidak ditemukan kandungan air.
Untuk memperkuat pemeriksaan, sampel juga diuji oleh Tim Pengendali Kualitas & Kuantitas BBM di Integrated Terminal Teluk Kabung serta Laboratorium Lemigas Jakarta.
Fahrougi mengatakan pemeriksaan dilakukan secara bertahap, mulai dari titik suplai hingga SPBU sebagai lembaga penyalur.
“Pengecekan kami lakukan secara bertahap, mulai dari titik suplai hingga SPBU sebagai lembaga penyalur. Kami juga terus melakukan pengujian terhadap sampel yang telah diambil. Apabila terdapat konsumen yang mengalami kendala, kami membuka ruang pengaduan agar informasi tersebut dapat kami verifikasi dan tindak lanjuti sesuai prosedur,” jelasnya.
Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memantau dan menguji kualitas BBM di sejumlah titik penyaluran di Sumatera Barat. Perkembangan hasil pemeriksaan akan disampaikan sesuai dengan hasil pengujian di lapangan.
Masyarakat juga diimbau menyampaikan keluhan melalui kanal resmi agar laporan dapat ditangani berdasarkan informasi dan bukti yang dapat diverifikasi.(*)
Editor : Hendra Efison