Wisatawan Sumbar Bertambah, Lama Tinggal dan Hunian Hotel Masih Jadi Tantangan

Mhd Nazir Fahmi • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 12:20 WIB
Ketua PHRI Sumbar AE Rina Pangeran menyampaikan paparannya dalam pembukaan Musda VI PHRI Sumbar di Pangeran Beach Hotel, Kamis (1/10/2026).
Ketua PHRI Sumbar AE Rina Pangeran menyampaikan paparannya dalam pembukaan Musda VI PHRI Sumbar di Pangeran Beach Hotel, Kamis (1/10/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM — Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat, AE Rina Pangeran, mengatakan pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Sumbar belum sepenuhnya memberikan dampak optimal bagi industri perhotelan. Persoalan utama bukan lagi semata mendatangkan wisatawan, tetapi bagaimana membuat mereka tinggal lebih lama dan membelanjakan uang lebih banyak di daerah.

Hal itu disampaikan Rina dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VI PHRI Sumbar di Pangeran Beach Hotel, Kamis (1/10/2026).

Rina menyebut kunjungan wisatawan nusantara ke Sumbar terus menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Sumbar, kunjungan wisnus mencapai sekitar 21,1 juta pada 2025. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara meningkat dari sekitar 56 ribu pada 2023 menjadi 77 ribu pada 2024 dan sekitar 84 ribu pada 2025.

Namun, menurutnya, pertumbuhan tersebut masih perlu mendapat perhatian. Pada semester pertama 2026, kunjungan wisatawan mancanegara justru turun sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ini belum aman dan harus kita jaga bersama,” kata Rina.

Di sisi lain, tingkat hunian hotel belum tumbuh secepat kunjungan wisatawan. Tingkat hunian hotel berbintang yang berada di kisaran 44–49 persen pada 2023 sempat mencapai sekitar 50 persen pada akhir 2024. Namun, akibat efisiensi anggaran pemerintah, tingkat hunian turun hingga sekitar 40 persen pada awal 2025 dan sepanjang tahun berada di kisaran 43–47 persen.

Memasuki pertengahan 2026, tingkat hunian mulai menunjukkan pemulihan hingga sekitar 52 persen. Namun, rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang masih sekitar 1,2 malam. Kondisi hotel nonbintang bahkan lebih berat, dengan tingkat hunian hanya sekitar 15–23 persen.

“Wisatawan sudah datang, tetapi banyak yang belum menginap atau belum tinggal cukup lama,” ujarnya.

Karena itu, PHRI mendorong pemerintah dan pelaku industri menghadirkan destinasi serta atraksi wisata baru. Selain wisata alam, pengembangan wisata edukasi, taman tematik, wisata belanja, kuliner, dan budaya dinilai dapat membuat wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk memperpanjang masa tinggal.

PHRI juga mendorong pengembangan paket wisata lintas kabupaten dan kota selama tiga hingga empat hari. Event pariwisata juga perlu diumumkan jauh hari sehingga dapat dipasarkan oleh biro perjalanan dan komunitas wisata.

Menurut Rina, Sumbar memiliki modal pariwisata yang sangat lengkap, mulai dari Mentawai yang dikenal sebagai destinasi selancar dunia, Danau Maninjau, Danau Singkarak, Lembah Harau, Sawahlunto sebagai warisan dunia UNESCO, hingga kekayaan budaya dan kuliner Minangkabau.

“Potensi Sumatera Barat sangat besar. Kita punya semuanya,” katanya.

Selain itu, PHRI mendorong peningkatan penerbangan langsung dari luar negeri maupun kota-kota besar di Indonesia dengan harga tiket yang terjangkau. Pasar Malaysia tetap dipertahankan, tetapi pasar Australia, Eropa, Timur Tengah, Riau, dan Jambi juga perlu digarap lebih serius.

Rina juga menekankan pentingnya penataan industri pariwisata. Seluruh akomodasi, menurutnya, harus memiliki izin dan memenuhi kewajiban perpajakan agar tercipta persaingan usaha yang sehat dan adil.

“PHRI siap menjadi mitra pemerintah dalam standardisasi hotel dan rumah makan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pariwisata bukan hanya urusan hotel dan restoran. Ketika satu kamar hotel terisi, manfaat ekonominya mengalir kepada petani, nelayan, pedagang, pengrajin, sopir, pemandu wisata, hingga pelaku UMKM.

“Pariwisata adalah pemungkit tercepat untuk menggerakkan kembali ekonomi Sumatera Barat,” kata Rina. (mnf)

Editor : Hendra Efison
wisatawan Sumbar wisata Sumatera Barat PHRI Sumbar hunian hotel pariwisata sumbar