PADEK.JAWAPOS.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memperkuat perannya dalam membawa potensi hospitality dan pariwisata Minangkabau ke pasar dunia.
Dorongan itu disampaikan Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, dr Lila Yanwar, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI PHRI Sumbar di Pangeran Beach Hotel Padang, Kamis (1/10/2026).
Lila mengatakan, tema Musda VI PHRI, “Dari Minangkabau Menuju Dunia: Kebangkitan Hospitality Sumatera Barat”, dinilai sejalan dengan potensi pariwisata Sumbar saat ini.
Menurutnya, Sumbar telah memiliki sejumlah modal untuk memperkuat branding pariwisata di tingkat internasional.
Salah satunya Kota Sawahlunto yang telah ditetapkan sebagai kota warisan dunia.
Selain itu, Sumbar juga memiliki potensi Mentawai serta kekayaan budaya dan alam lainnya yang terus didorong menuju pengakuan internasional.
“Sumatera Barat sebenarnya sudah memiliki cikal bakal untuk menuju gerbang dunia melalui branding yang telah ada di sejumlah daerah,” ujar Lila.
Ia menegaskan, sektor pariwisata tidak berdiri sendiri.
Pengembangannya memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor ekonomi, mulai dari transportasi, akomodasi, pemandu wisata, event, UMKM, ekonomi kreatif hingga kuliner.
Karena itu, menurutnya, penguatan sektor hospitality menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang mampu menjangkau pasar lebih luas.
Lila juga menyoroti potensi kopi Sumatera Barat yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik wisata.
Momentum Musda PHRI yang bertepatan dengan Hari Kopi Sedunia dinilai tepat untuk mengangkat kekayaan kopi daerah, termasuk kopi yang berkembang di sejumlah desa wisata.
“Sumatera Barat kaya dengan potensi. Tinggal bagaimana memberikan sentuhan kreativitas agar bisa dijual ke dunia dan memiliki pangsa pasar yang luas,” katanya.
Ke depan, Pemprov Sumbar juga menyiapkan sejumlah agenda berskala internasional. Salah satunya pertemuan negara-negara anggota Indian Ocean Rim Association (IORA) pada 2027.
Agenda tersebut dinilai dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan hospitality di Sumatera Barat.
Lila berharap Musda VI PHRI menghasilkan kepengurusan yang solid serta program kerja strategis untuk memperkuat ekosistem pariwisata Sumbar.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat senantiasa berkomitmen berkolaborasi dan berjalan berdampingan dengan PHRI,” ujarnya. (mnf)
Editor : Hendra Efison