KAI-Polda Sumbar Uji Kesiapan Hadapi Aksi Teror di Kereta Api, Penumpang Disimulasikan Dievakuasi

Hendra Efison • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 18:27 WIB
Personel KAI dan Polda Sumbar mengikuti simulasi penanganan aksi teror di Stasiun Padang, termasuk skenario pengamanan dan evakuasi pelanggan, Kamis (1/10/2026).
Personel KAI dan Polda Sumbar mengikuti simulasi penanganan aksi teror di Stasiun Padang, termasuk skenario pengamanan dan evakuasi pelanggan, Kamis (1/10/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM–PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama Polda Sumbar menguji kesiapan menghadapi potensi aksi teror di transportasi kereta api melalui simulasi latihan gabungan di Stasiun Padang, Kamis (1/10/2026).

Dalam simulasi tersebut, personel dari unsur terkait mempraktikkan sejumlah tahapan penanganan situasi darurat, mulai dari koordinasi dan pelaporan awal, pengamanan lokasi, pengendalian situasi hingga evakuasi pelanggan dari area terdampak.

Latihan ini digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel sekaligus menguji prosedur dan mekanisme koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di stasiun maupun perjalanan kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan latihan bersama menjadi kesempatan untuk menyamakan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur.

“KAI mengapresiasi kolaborasi dan sinergi Polda Sumbar dalam pelaksanaan latihan gabungan ini. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari upaya kita bersama untuk memastikan kesiapan personel, prosedur, serta mekanisme koordinasi dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Reza.

Menurutnya, latihan bersama diperlukan agar setiap unsur dapat memahami peran masing-masing sehingga penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, terukur dan terkoordinasi sesuai prosedur serta kewenangan.

Kabidhumas Polda Sumbar Kombespol Susmelawati Rosya mengatakan dukungan KAI menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan simulasi. KAI menyediakan lokasi, sarana dan fasilitas pendukung, termasuk dua gerbong kereta api yang digunakan dalam skenario latihan.

“Polda Sumbar mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang diberikan PT KAI dalam menyukseskan latihan penanganan aksi teror ini,” ujar Susmelawati.

Dalam simulasi, personel juga memperagakan penanganan lanjutan oleh unsur khusus sesuai prosedur dan kewenangan masing-masing. Setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan pelanggan, petugas serta masyarakat di sekitar lokasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, Manager Pengamanan Kolonel Laut (P) Surya Ari Muryanto, CTMP., CHRMP., Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab beserta jajaran manajemen.

Dari Polda Sumbar hadir Karo Ops Kombespol Dessy Ismail, Dansat Brimob Kombespol Lukman Syafri, Kepala SPN Kombespol Erwin Suwando, Kabidhumas Kombespol Susmelawati Rosya, Kapolresta Padang Kombespol Apri Wibowo serta jajaran PJU Polda Sumbar.

Bagi KAI, latihan tersebut juga menjadi bahan evaluasi terhadap kesiapan prosedur dan koordinasi yang telah dibangun. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk memperbaiki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan kondisi darurat di lingkungan perkeretaapian.

Susmelawati menilai keamanan dan keselamatan masyarakat di transportasi publik membutuhkan sinergi seluruh pihak, tidak hanya kepolisian.

“Keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya di sarana transportasi publik, merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seperti yang dilakukan bersama KAI perlu terus diperkuat,” katanya.

KAI Divre II Sumbar menyatakan akan terus memperkuat kesiapan operasional, kompetensi personel, prosedur keselamatan serta koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api di Sumatera Barat.(*)

Editor : Hendra Efison
polda sumbar Stasiun Padang Keselamatan kereta api aksi teror KAI Sumbar